Blog Archives

Laporan: Twitter dan Facebook Digunakan sebagai Alat Mata-Mata CIA


Sekitar dua-pertiga dari laporan intelijen yang dikirim ke Washington dibuat oleh analis Central Intelligence Agency (CIA) yang memonitor jutaan pesan individu yang dikirim ke seluruh dunia setiap hari melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Menurut direktur CIA Open Source Center (OSC) Doug Naquin, sebuah tim dari “vengeful librarians” memiliki tugas mengkaji jaringan dan outlet media yang terbuka yang dibuat oleh individu-individu di seluruh dunia, Associated Press melaporkan.

Media sosial seperti Facebook, Twitter, saluran berita TV, chat room internet, stasiun radio lokal, dan surat kabar dipantau ketat, dalam rangka untuk menarik gambar semi-realistis dari “suasana wilayah” pada waktu tertentu yang penting untuk Amerika Serikat.

Naquin mengatakan bahwa setiap bahasa tertentu, terlepas dari signifikansi, diawasi dengan erat oleh analis. Mereka kemudian mereferensi silang dengan koran lokal atau bahkan “percakapan telepon terputus secara sembunyi-sembunyi.”

Sebagai contoh, proses semacam itu dilakukan setelah operasi militer AS yang menewaskan mantan pemimpin al-Qaidah Usamah bin Ladin di Pakistan pada Mei lalu, dalam rangka untuk membiarkan Washington memberikan opini pada publik dunia.

Analis juga melakukan upaya untuk memprediksi serangkaian peristiwa yang menyebabkan pemberontakan di Timur Tengah atau negara-negara Afrika Utara.

Fasilitas ini awalnya didirikan sebagai respon terhadap rekomendasi oleh Komisi 9 / 11, dimaksudkan untuk fokus pada kontra-terorisme dan kontra-proliferasi. Namun, lembaga ini akhirnya bergeser fokusnya ke media sosial selama kerusuhan di Republik Iran setelah pemilu presiden 2009.

Sebagian besar dari ratusan pusat analis berbasis di negara bagian AS Virginia, meskipun banyak tersebar di seluruh kedutaan besar AS di seluruh dunia.

Menurut Naquin, laporan mereka hampir setiap hari, dalam satu atau dengan lain cara sampai ke briefing intelijen harian Presiden AS Barack Obama.

Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter juga memainkan peran penting, memungkinkan analis untuk memantau dengan cepat kerusuhan seperti yang terjadi di Bangkok tahun lalu.

Beberapa minggu setelah serangan terhadap Pakistan, saat Obama menyampaikan pidato pada urusan Timur Tengah, analis mencatat tanggapan negatif dari Turki, Mesir, Yaman, Aljazair, Teluk Persia, dan Israel, berdasarkan laporan dari Twitter.(fq/prtv)
sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/twitter-dan-facebook-digunakan-sebagai-alat-mata-mata-cia.htm

Mahasiswa Indonesia di Mesir Ikut Diperiksa


Headline

INILAH.COM, Jakarta – Kebijakan rezim Hosni Mubarak memblokir situs jejaring sosial Facebook dan Twitter menyulit mahasiswa Indonesia di Mesir.

Menurut, Abdu Jalil yang tengah menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo, akibat pelarangan Facebook dan Twitter, mahasiswa Indonesia kesulitan berkomunikasi dan mencari informasi.

“Akun Facebook diblokir. Sebab, melauli FB berita yang terjadi di Alexandria yang bergolak cepat tersebar. Mungkin hal ini khawatir terulang,” ujar Abdul kepada INILAH.COM, Kamis (27/1/2011).

Mahasiswa asal Madura, Jawa Timur ini menjelaskan situasi di Mesir masih mencekam. Mahasiswa Indonesia terpaksa membatasi diri dalam beraktivitas sehari-hari.

“Situasi di sini sedang panas, sudah dua sipil meninggal. Tiap orang asing diperiksa identitasnya, termasuk mahasiswa Indonesia,” terangnya.

Seperti diberitakan, situasi politik di Mesir bergejolak, rakyat memprotes kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak selama tiga dekade terakhir. Sebanyak 860 pengunjuk rasa diamankan aparat Mesir, sejak gelombang unjuk rasa terbesar terhadap pemerintahan Mubarak (82) dimulai pada Selasa (25/1/2011). [mah]

sumber : http://www.inilah.com/read/detail/1186582/mahasiswa-indonesia-di-mesir-ikut-diperiksa

Mesir Hentikan Siaran Aljazeera


Mesir Hentikan Siaran Aljazeera

Stasiun televisi Aljazeera

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO–Pemerintah Mesir memberangus siaran jaringan televisi Aljazeera di seluruh negara itu. Televisi pemerintah mengatakan seluruh kantor berita Aljazeera di Mesir harus segera ditutup.

“Sudah ada informasi dari menteri yang meminta mematikan seluruh siaran Aljazeera, mencabut izin dan akreditasinya, terhitung hari ini,” kata pernyataan resmi pemerintah, Ahad.

Aljazeera memrotes dan mengutuk penutupan siaran ini. Mereka mengatakan baru bisa menerima penjelasan resmi pemerintah perihal penutupan pada Senin pagi.

“Kami telah menerima banyak pujian karena liputan krisis di Mesir,” kata Aljazeera. Stasiun berita paling berpengaruh di Timur Tengah itu menegaskan akan terus menyiarkan situasi terkini di Mesir, bagaimanapun caranya.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/01/30/161554-mesir-hentikan-siaran-aljazeera

Bos Facebook Akui Adanya Kesalahan


VIVAnews – Pendiri sekaligus Kepala Eksekutif Korporat (CEO) Facebook, Mark Zuckerberg, akhirnya memberi komentar soal kontroversi lemahnya perlindungan privasi atas pengguna laman jejaring sosial itu. Dia bahkan mengakui kesalahan yang dilakukan Facebook atas soal itu dan berjanji akan memperbaikinya.

Pernyataan Zuckerberg dimuat dalam surat yang dia tulis kepada seorang blogger di Amerika Serikat (AS), Robert Scoble, Minggu 23 Mei 2010. “Saya tahu bahwa kami telah membuat beberapa kesalahan. Namun, saya berharap ini bisa diatasi dan pelayanan bisa bertambah baik,” tulis Zuckerberg dalam surat yang dikutip oleh laman CNNMoney, Senin 24 Mei 2010.

Zuckerberg selanjutnya meminta pengertian para pengguna Facebook bahwa “kami punya niat yang baik dan kami merespon masukan dari publik yang kami layani.” Selain menulis surat, wiraswasta muda yang putus kuliah di Universitas Harvard itu juga menulis opini dengan topik yang sama.

Artikel Zuckerberg itu dimuat di harian Washington Post, Senin 24 Mei 2010. Dia mengakui bahwa perlu ada mekanisme yang lebih mudah dalam mengendalikan informasi sehingga privasi pengguna tetap terjaga dan tidak gampang disusupi orang asing.

“Dalam beberapa pekan mendatang, kami akan menambah fitur kendali privasi yang lebih mudah digunakan. Kami juga akan memberi Anda cara yang mudah untuk mematikan semua layanan dari pihak ketiga,” tulis Zuckerberg.

Surat dan artikel itu merupakan tanggapan pertama yang diberikan Zuckerberg atas kekecewaan banyak pengguna Facebook, yang mengklaim telah memiliki hampir 500 juta pengguna. Mereka kecewa karena Facebook tampak kurang mempedulikan privasi pengguna. Akibatnya, akun pribadi pengguna gampang disusupi orang yang tidak dia kenal dan pengguna sering diganggu oleh informasi yang tidak dia inginkan dari pihak ketiga.

Masalah privasi itu membuat para blogger terang-terangan menyatakan telah menutup akun di Facebook. Selain itu, kalangan pejabat publik di Eropa dan Amerika Serikat juga mengritik kekurangpedulian pengelola Facebook atas masalah itu.

Awal Mei lalu, contohnya. Menurut laman CNNMoney, gangguan teknis di Facebook saat itu membuat sejumlah pengguna bisa mengintip percakapan pribadi (private chat) teman-teman mereka tanpa diundang. Peristiwa itu terjadi kurang dari tiga bulan setelah muncul keluhan dari pengguna Facebook bahwa akun mereka dikirimi pesan-pesan yang tidak diinginkan.

Menurut respons Zuckerberg, tim Facebook akan mengatasi masalah gangguan privasi mulai pekan ini juga. (adi)

sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/153294-bos_facebook_akui_adanya_kesalahan

Kerap Gunakan Facebook Tingkatkan Kecerdasan


Facebook ( foto: lifeinthenhs.wordpress.com)

Sebuah hasil penelitian mengenai penggunaan situs jejaring sosial Facebook cukup menyentak dan layak diketahu. Hasil penelitian itu disampaikan oleh seorang doktor bidang psikologi di Skotlandia. Dia meneliti  aktivitas digital dan online yang kerap dilakukan seseorang dalam kaitannya dengan tingkat kecerdasan.

Dr. Tracey Alloway, seorang ahli psikologi yang berasal dari University of Stirling di Skotlandia, seperti disampaikan oleh The Telegraph, menarik sebuah kesimpulan bahwa menyediakan waktu untuk selalu update di Facebook, juga bermain game perang-perangan atau permainan seperti Sudoku, bisa meningkatkan apa yang disebut “working memory” seseorang. Dan kebalikannya, pesan singkat microblogging di Twitter dan menyaksikan berbagai video di YouTube justru bisa memperlemah working memory tersebut.

Working memory merupakan kemampuan untuk mengingat berbagai informasi yang masuk ke otak dan juga menggunakan ingatan itu. Working memory ini diyakini punya peranan yang sangat besar dalam hal kesuksesan dan kebahagiaan seseorang dibandingkan dengan IQ.

Permainan game komputer yang memerlukan perencanaan dan strategi, seperti seri game Total War, diyakini bisa melatih working memory. “Saya bukan bilang bahwa bermain game seperti itu bagus untuk kemampuan bersosialisasi lho, tapi yang pasti bahwa permainan seperti itu menggunakan working memory,” kata Alloway.

Sementera itu peneliti dari Kanada menemukan bahwa postingan di situs media sosial seperti facebook dapat memicu peningkatan rasa cemburu antara individu-individu yang memiliki hubungan romantis.

Para psikolog sosial dari University of Guelph di Kanada menanyai  para mahasiswa yang terlibat hubungan romantis terkait penggunaan Facebook mereka.

Temuan awal mereka, sebagaimana tergambar dalam jurnal CyberPsychology & Behavior, menyatakan bahwa bukannya meningkatkan komunikasi antara mitra romantis, penggunaan Facebook dapat meningkatkan investigasi kecemburuan, saat pengguna yang sedang berhubungan memandang isyarat akan ketidaksetiaan potensial dan kemudian berupaya untuk menemukan bukti pikiran dan perilaku serong mitranya.

Tanpa kecuali, akhirnya mereka merasa lebih cemburu. Dan ke mana hal ini menuju? Untuk beberapa peserta penelitian, penyelidikan ini membawa pada perilaku pencarian yang mereka gambarkan sebagai “kecanduan”. Dan penderitaan akibat kecemburuan yang memuncak, kata peneliti, tidak baik bagi hubungan mereka.

Meski penelitian itu dilakukan pada mahasiswa, peneliti menduga bahwa Facebook kemungkinan menyebabkan dinamika yang sama pada hubungan orang dewasa. Tentu saja, mereka mencatat, diperlukan penelitian lebih lanjut.

Tim peneliti bertanggung jawab akan penelitian terbaru itu yang sebelumnya menemukan bahwa kebutuhan popularitas para remaja membuat mereka mengungkapkan informasi pribadi lebih jauh di Facebook daripada yang mereka ungkapkan pada berbagai kontak sosial umumnya.

Tidak dapat dipungkiri saat ini Facebook benar-benar fenomenal. Bagaimana tidak, setiap harinya pengguna Facebook menghabiskan rata-rata 30 menit untuk mengunjungi situs jejaring sosial tersebut untuk saling berkirim komentar dengan teman-temannya sesama anggota. Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, pola mengakses Facebook tersebut hampir sama antara lewat ponsel maupun lewat komputer.

Penelitian dilakukan dengan cara melacak akses ke Facebook oleh pelanggan ponsel di Inggris. Dan, ditemukan hasil, situs jaringan sosial tersebut menduduki peringkat teratas diukur dari lamanya waktu browsing. Pengguna ponsel mengakses Facebook rata-rata 24 menit perhari, hampir sama dengan pengguna yang mengakses lewat komputer, rata-rata 27,5 menit setiap harinya.

Dilihat dari intensitasnya, pengguna ponsel mengakses situs ini rata-rata 3,3 kali per hari, lebih banyak dibanding yang menggunakan komputer sebanyak 2,3 kali. Penelitian juga menemukan, sebagian besar pengguna ponsel yang gemar mengakses Facebook adalah kaum pria berusia 18-24 tahun. Mereka ini menghabiskan rata-rata 27 menit mengunjungi Facebook.

Studi ini dilakukan oleh badan industri ponsel, GSM Association. Tujuannya adalah memberikan wawasan dalam kebiasaan surfing pengguna ponsel untuk mendorong periklanan. Studi juga menemukan situs yang paling banyak dikunjungi oleh pengguna ponsel adalah portal dari operator jaringan ponsel.

“Hal itu tidak mengherankan, karena homepage secara umum disetting di ponsel Anda,” kata direktur pemasaran GSM Association, Michael O’Hara. Adapun Google, adalah situs yang paling banyak dikunjungi selain situs portal jaringan operator ponsel. (f10/vc3)

sumber : viruscerdas.com

%d bloggers like this: