Blog Archives

Konferensi Rajab Lampung: Ribuan Kaum Muslim Serukan Penegakan Khilafah di Bumi Ruwa Jurai Lampung


Para Peserta konferensi Rajab Lampung

HTI Press. Alhamdulillah atas izin dan pertolongan Allah SWT, 2500 peserta Konferensi Rajab 1432 berasal dari berbagai elemen wilayah Lampung memadati indoor Gedung Sumpah Pemuda Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung, Minggu (12/06/2011). Acara dimulai tepat jam 08.00 WIB dan berakhir sebelum berkumandang adzan dzuhur, hadirin antusias tak beranjak dari duduknya hingga akhir acara. Mereka mengikuti dengan seksama seruan tegaknya Khilafah. Orasi pembicara dan testimoni ulama yang disertai tarian saman dan nasyid berirama semangat kemenangan Islam menambah semangat tersendiri kepada hadirin.  Pekik takbir dan seruan; “Syariah dan Khilafah! bergema berulang kali diteriakkan oleh para peserta disertai kibaran Liwa dan Royah.

Konferensi Rajab Lampung ini disiarkan secara langsung melalui live streaming internet, di situs www.hizbut-tahrir.or.id sehingga dapat diakses dan disaksikan oleh semua orang di seluruh dunia. Konferensi ini diliput dan disiarkan secara langsung maupun tunda di beberapa stasiun TV, lokal (Radar TV, Tegar TV dan LampungTV) serta Media massa cetak pun turut meliput jalannya acara ini.

Namun, di balik itu semua, ada hal yang menarik jelang keberangkatan beberapa kafilah dari beberapa kota dan kabupaten di Lampung, seperti yang dialami Rombongan peserta dari Kalianda, Lampung Selatan yang telah menyewa 14 mobil dan bus untuk dipakai menuju tempat konferensi secara mendadak harus mencari tambahan kendaraan karena peserta yang ikut bertambah. Selain itu, Dalam perjalanan, rombongan jamaah pondok pesantren Riyadhus Sholihin juga mengalami musibah, kendaraan roda empat yang mereka tumpangi mogok di jalan dan baru tiba di PKOR Way Halim pukul 09.00. Kejadian nahas senada dialami jamaah yang berasal dari kota Metro, Mobil dan bus yang ditumpangi jamaah peserta KR Lampung juga mengalami pecah ban. Bahkan Qori’ yang akan membuka acara dengan membaca tilawah Qur’an, Ustadz Syamsuri rantai motornya putus hingga haru meminjam kendaraan lain untuk sampai tujuan. Namun semua kejadian itu tidak menyurutkan langkah mereka untuk hadir, bahkan menambah semangat untuk menyambut seruan penegakan Khilafah di Bumi Ruwa Jurai Lampung.

Ketua DPD I HTI Lampung Ustadz Abu Muhammad dalam sambutan hangat penuh apresiasi pada peserta Konferensi Rajab menyampaikan, sebelum diruntuhkannya khilafah oleh imperialis Inggris pada 28 Rajab 1342 (3 Maret 1924), umat Islam pernah berjaya dan memimpin peradaban dunia. Mengutip Will Durant dari bukunya The Story of Civilization, Abu Muhammad mengingatkan bahwa pada masa Khilafah dulu, para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan manusia. Sistem khilafah mampu menjamin masyarakatnya hidup sejahtera. Sementara kehidupan umat Islam saat ini melarat dan tercabik-cabik dalam 57 negeri.

Orator kedua, Ustadz M. Warji S.T.P, M.Si berbicara tentang Indonesia dalam cengkeraman Kapitalisme Global, dimana Ust Warji mengungkapkan dalam orasinya bahwa Indonesia saat kini masih terjajah, lihat saja banyak kekayaan alam kita yang dikeruk oleh asing, dan bahkan banyak UU yang dikeluarkan semuanya menguntungkan asing ketimbang rakyat. Oleh karena itu, karena kita masih dijajah maka agatr indonesia bisa terbeabs dari penjajahan maka tidak ada jalan lain kecuali dengan tegaknya kembali khilafah, serunya.

Sementara itu, Ust Abu farhat dan Ust Yung eko menyampaikan orasi Khilafah adalah solusi untuk mengentaskan problematika yang dihadapi umat. Umat Islam merupakan khayru ummah, seperti yang disebutkan Allah S.W.T dalam Surat Ali Imran ayat 110. “Umat Islam dimana saja mereka berada, semestinya mereka menjadi panutan”, tandas Warji. Namun saat ini justru umat Islam menjadi pesakitan, menderita, terhina, dan teraniaya.

Pangkal keterpurukan umat Islam tersebut menurutnya adalah disebabkan ketiadaan Khilafah sebagai institusi politik Islam yang menaungi umat dan melindungi dari rongrongan para penjajah. Sehingga jawaban atas keterpurukan umat Islam adalah dengan menegakkan kembali sistem khilafah. “Sudah saatnya, kita saling satukan pikiran dan hati kta demi tegaknya khilafah”, tandas Ust Abu farhat dan ust Yung eko .

Memasuki orasi selanjutnya, para hadirin diajak untuk menyimak gambaran Khilafah yang mensejahterakan. Ustadz Abu Miqdad dari DPP HTI secara retoris menanyakan kepada umat yang hadir dalam Konferensi Rajab 1432H, “apakah para hadirin menginginkan Hidup sejahtera? Dan apakah kini kita sekarang hidup sejahtera?” tandas beliau.

Menurut Abu Miqdad, dengan ditegakkannya Khilafah maka umat akan mengalami kegemilangan dan keemasan sebagaiman dahulu ketika khilafah masih tegak dan kita bisa lihat secara jujur bahwa khilafah mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnay dan dapat melindungi kesucian agamanya,  terlindungi keselamatan dirinya, terlindungi akalnya, terlindungi kehormatannya, terlindungi hak miliknya. Pada masa lalu kehidupan umat dalam sistem khilafah sangat sejahtera. Beliau mencotohkan, gaji guru sebesar 15 dinar atau setara Rp 25 juta. Dan seorang ilmuwan yang membuat karya ilmiah akan dihargai emas seberat buku yang ditulis.

Sementara Ust Akhiril Fajri tampil sebagai orator keempat menyampaikan orasi tentang potensi Khilafah sebagai negara adidaya masa depan. Beliau menjelaskan meskipun dunia saat ini berada dalam dominasi Kapitalisme global yang menjadi penyebab kesengsaraan umat manusia, sesungguhnya ideologi ini dan negara-negara Barat yang menjadi pengusungnya sedang menghadapi krisis internal dan mendorongnya ke dalam jurang kehancuran. “Dibiarkan saja Kapitalisme pasti akan runtuh, apalagi jika umat bersatu menumbangkannya dengan menegakkan sistem Khilafah”, seru Akhiril Fajri.

Menurut beliau, potensi umat Islam sangat besar untuk bangkit jika umat mengadopsi ideologi Islam dan mewujudkannya dalam sisem khilafah. Dari sisi demografi jumlah umat terus tumbuh dan berkembang jauh meninggalkan pertumbuhan penduduk di Barat. Bahkan ada 20 negara Barat yang pertumbuhannya nol dan negatif. Kini jumlah umat telah mencapai angka 1,57 milyar jiwa atau hampir ¼ penduduk dunia.

Jika tentara yang ada di negeri-negeri Islam digabungkan, jumlahnya mencapai 27% dari seluruh tentara yang ada di seluruh dunia. Sementara tentara Amerika hanya 7,1% saja. Begitu pula jika digabungkan tentara dari Brazil, Rusia, India, dan China, jumlahnya 24% masih di bawah jumlah tentara negeri-negeri Islam. “Dengan potensi yang besar ini, maka masa negara Khilafah adalah negara adidaya masa depan yang akan menggulung hegemoni Amerika dengan Kapitalismenya”, kata Akhiril.

Sementara Ust Asep Rahmat dalam Orasinya Khilafah negara adidaya mengungkapan bahwa Dari sisi ekonomi sebaga dan sumber daya alam, negeri-negeri Islam menguasai cadangan energi dunia dan bahan mentah. Cadangan minyak bumi di negeri-negeri Islam mencapai 72% cadangan dunia, sedangkan cadangan gas  61,45% cedangan dunia. Selain itu, kita juga punya potensi Ideologi dan akidah untuk menjadi kampiun adidaya dengan Khilafah, tandasnya.

Lalu Ust M. Ahkam menyampaikan orasi janji Allah akan tegaknya Khilafah. dan mengatakan bahwa “Di antara janji Allah SWT yang diberikan kepada umat Islam adalah istikhlaf fi al-ardh. Istikhlaf fi al-ardh bermakna menjadi penguasa atau pengatur urusan manusia (khalifah atau imam) di seluruh dunia” tandas Ust Ahkam dengan merujuk pada al-Qur’an surah an-Nur 55. yang berbicara

Menurut Ust Ahkam, banyak sekali hadis-hadis sahih yang mengabarkan kabar gembira (bisharah) kepada kaum Muslim tentang kekuasaan Islam yang mencakup seluruh muka bumi. “Semua ini menunjukkan bahwa Khilafah Islam merupakan janji Allah yang paling agung bagi kaum Mukmin. Pasalnya, dengan tegaknya kekuasaan Islam ini (Khilafah Islam), agama Allah SWT bisa ditegakkan secara sempurna, dan keamanan kaum Muslim bisa diwujudkan secara nyata,” serunya.

Selanjutnya sebagai orasi penutup, Ust Amirudin Abu FIkri yang juga dari DPP HTI menyampaikan Seruan Hangat Hizbut Tahrir kepada Umat. Ustadz Abu fikri menyampaikan sesungguhnya tegaknya Khilafah Islam merupakan kewajiban syariah atas seluruh kaum Muslim. Kewajiban ini bersifat mengikat; tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali melaksanakannya.

Ust Abu fikri memberikan contoh bagaimana para sahabat menunda pemakaman Rasulullah SAW karena mereka sedang berkumpul di Saqifah Bani Sa’i’dah untuk memilih dan mengangkat seorang khalifah. “Ini menjadi salah satu bukti bahwa tegaknya Khilafah merupakan perkara paling utama dan harus diprioritaskan oleh kaum Muslim. Khilafah bahkan menjadi alqadhiyyah al-mashîriyyah bagi kaum Muslim. Pasalnya, penegakan Khilafah menyangkut perkara ‘hidup dan matinya’ Islam dan kaum Muslim”, kata Ust Abu Fikri.

Ia berharap, Konferensi yang mengangkat tema “Hidup Sejahtera dalam Naungan Khilafah” menjadi pendorong umat untuk merekonstruksi masa depan peradaban Islam dalam sistem khilafah. Konferensi ini diadakan untuk mengajak umat bersatu dalam visi, tekad, dan langkah untuk tegaknya Khilafah Islamiyah.

Konferensi Rajab hari ini juga diramaikan aksi teatrikal oleh para pemuda Islam yang berupaya menggambarkan keadaan umat Islam tanpa Khilafah. Kezaliman penguasa, bobroknya sistem demokrasi kapitalis sekuler ditampilkan dalam visualisasi gerakan Sebuah pesan penting yang disampaikan dalam aksi teatrikal ini adalah betapa pentingnya penegakan khilafah dalam menyatukan seluruh potensi umat untuk meraih kemuliaan Islam dan kesejahteraan, serta melenyapkan penjajahan.

Selain itu, Konferensi ini juga menghadirkan perwakilan ulama pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 Kalianda/ketua Forum Komunikasi Ponpes se Lampung Selatan, Ustadz Kyai Endang Ahmad Arif. Dari tokoh pengusaha Lampung diwakili dr. Tito Sunarto, S.H. Tokoh intelektual Dr. Iing Lukman, P.h.D, tokoh muballighoh Dra. Hj. Rosniawati, serta tokoh mahasiswa dari Universitas Lampung el-Jundi Khomsin Romadon. Kesemua tokoh memberikan testimonial di podium. Para tokoh juga secara simbolik memberikan dukungan penegakan Syariah dan Khilafah, dengan menerima bendera ar-Royah dan al-Liwa dari DPD I HTI Ustadz Abu Muhammad.

Dalam testimonialnya, Kyai Ndang Ahmad Arif mengatakan, hanya orang munafik yang tidak setuju dengan penegakan Syariah dan Khilafah. “Percuma mendirikan pesantren kalau tidak setuju khilafah!” tegasnya. Menurut dr. Tito Sunarto, S.H., ideologi kapitalisme yang diterapkan di Indonesia menimbulkan kesusahan rakyat karena sistemnya yang ribawi, memihak pengusaha kapitalis asing, berbeda dengan sistem Khilafah yang berorientasi pada kesejahteraan umat.

Dr. Iing Lukman, P.h.D mengatakan dalam testimoninya, para intelektual barat mengakui kegemilangan peradaban Islam memberi sumbangsih besar pada ilmu pengetahuan. Tak terhitung karya ilmuwan Islam yang memajukan peradaban dunia seperti Avicenna, Al-Khawarizmi, dll. “Seharusnya mereka (barat-pen) berterimakasih pada Khilafah Islam” ujar Iing. Bahkan, Dra. Hj. Rosniawati secara tegas mengungkapkan dukungannya pada gerakan yang memperjuangkan tegaknya Khilafah. “Hanya Hizbut Tahrir saja yang bisa diharapkan dalam perjuangan menegakkan Khilafah!” ungkapnya. Perwakilan mahasiswa, Khomsin Romadon mengatakan hanya ada tiga opsi atau pilihan; menentang penegakan Khilafah yang mengundang murka dan azab Allah, berdiam diri dalam penderitaan, atau berjuang bersama-kaum muslim memperjuangkan Khilafah menggapai ridha Allah SWT.

Lantas melihat dukungan yang begitu menguat inilah mengapa Konferensi Rajab 1432 H ini diselenggarakan DPD I HTI Lampung karena hal ini  momentum peristiwa bulan Rajab bagi bangkitnya umat Islam dengan Khilafah dan Konferensi ini juga  diselenggarakan di seluruh 29 kota besar Indonesia dari ujung Timur Jayapura hingga ujung Barat Banda Aceh, dan puncaknya pada 29 Juni di Stadion Lebak Bulus Jakarta, Stadion Deltras Sidoarjo Surabaya, dan Stadion si Jalak Harupat Bandung Jabar. (Lajnah I’lamiyah dan Infokom HTI Lampung)

sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2011/06/13/konferensi-rajab-lampung-ribuan-kaum-muslim-serukan-penegakan-khilafah-di-bumi-ruwa-jurai-lampung/

Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama


Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama

Syafii Antonio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW.  “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” kata pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio.

Menurutnya, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. “Beliau membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manajer, dan kemudian menjadi investor,” ujarnya.

Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, katanya, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses.

Sebagai pengusaha dan pemimpin, Rasulullah mempunyai sumber income yang sangat banyak. Namun Rasul  sangat ringan tangan memberi bantuan. “Beliau sangat tidak sabar melihat ada umat yang menderita dan tidak ridha melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya,” kata Syafii.

Itu sebabnya, kata Syafii, Rasulullah selalu berinfak dengan kecepatan yang luar biasa, yang digambarkan para sahabatnya sebagai “seperti hembusan angin”. “Ia menyedekahkan begitu banyak hartanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya,” ujarnya.

Kepemimpinan dan manajemen ala Rasulullah ini akan dibedahnya dalam Eksiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager yang akan diluncurkan besok. Dalam buku itu, Syafii  merangkai dan menuangkan ketauladanan nabi Muhammad SAW dalam satu set ensiklopedia yang terdiri dari delapan buku.

Menurut Doktor Banking Micro Finance dari University of Melbourne itu, dalam diri Rasulullah banyak hikmah yang bisa dipetik mengangkut soal manajemen dan kepemimpinan. Sayangnya, sangat terbatas literatur yang menggali dimensi leadership dan manajemen dengan kaca mata analisa tematis dan modern. “Dalam arti dipandang dari sudut ilmu manajemen modern dan suasana modern,” kata pimpinan Tazkia Group itu.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/01/28/161314-bisnis-ala-rasulullah-saw-uang-bukan-modal-utama

Mau Jadi Diktator? Ini Resep-resepnya


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Politik di Timur Tengah terus bergejolak pascarevolusi melati di Tunisia yang berhasil menggulingkan Presiden Ben Ali. Kini demonstrasi serupa, menuntut presiden mundur, juga dialami Mesir, Yaman, dan sejumlah negara lainnya.

Umumnya, rakyat murka pada pemimpin mereka yang sudah terlalu lama duduk di kursi penguasa, dan meninggalkan rakyat di bawahnya makin jelata. Kapan para diktator ini menyadari kalau mereka harus hengkang?

Menurut Radio Nederland Worldwide, rata-rata, kondisi politik di negara-negara itu adalah: oposisi dibungkam, dipenjara atau “dibereskan” dengan cara lain. Adanya pengkultusan individu yang nampak dari spanduk, poster, patung dengan wajah tersenyum kepada rakyat.

Mengapa diktator satu berhasil mempertahankan kedudukan dan yang lainnya tidak? Ada beberapa faktor. Salah satu pendukung terpenting diktator adalah tentara. Seorang pemimpin yang tak berhasil mengontrol militer akan kehilangan kekuasaannya.

Diktator Tunisia Ben Ali memerintahkan tentara menembakki pengunjuk rasa. Namun para pemimpin militer menolaknya. Seringkali diktator sendiri berasal dari kalangan tentara yang memperbesar legitimasinya dalam dunia militer.

Kolonel Khadafi, pemimpin Libya misalnya, berkuasa sejak 1970 dengan bantuan tentara. Hal yang sama terjadi pada Generalismo Francisco Franco, yang sejak 1939 sampai kematiannya pada 1979 memimpin Spanyol. Ia juga berlatar belakang militer. Dan jangan dilupakan, Fidel Castro. Dengan kaum revolusioner lainnya, El Comandante ini berhasil menggulingkan kekuasaan diktator terdahulunya – Fulgencio Batista – pada 1959.

Jika seorang diktator tidak digulingkan oleh pasukannya sendiri, masih ada serbuan tentara. Keinginan menaklukkan sang diktator, kericuhan di perbatasan, dan kaum oposisi terbuang yang memberontak.

Ada banyak alasan mengapa tentara menyerbu sebuah negara. Diktator Uganda Idi Amin, awalnya menyerbu Tanzania, namun di tahun 1979 digulingkan tentara negara itu dengan bantuan pasukan gerilya Uganda. Vietnam menyerbu diktator Pol Pot tahun 1978 dan berhasil mengusir Khmer Merah.

Menyumpal suara rakyat paling mudah dilakukan lewat makanan dan minuman. Para diktator tahu betul cara ini. Mereka menyediakan makanan dan permainan untuk membuat rakyat tetap tenang. ‘Kesejahteraan‘ adalah faktor penting bagi seorang diktator untuk tetap berkuasa. Para pemimpin politik di negara-negara Teluk juga tahu, rakyat puas karena kesejahteraan terjamin.

Di Mesir dan Tunisia, kenaikan harga BBM dan bahan pangan memancing protes massal selama beberapa hari terakhir. Pemberontakan rakyat saja seringkali tidak cukup. Ini masih bisa dihalau, seperti protes mahasiswa Cina di Lapangan Tiananmen tahun 1989.

Faktor ketiga adalah ‘legitimasi’ negara lain. Seorang diktator, bagaimana pun juga, dipandang tidak sah di mata demokrasi. Namun, para pemimpin negara demokrasi ternyata tidak punya masalah untuk berbisnis dengan para diktator.

Bagi Amerika, Husni Mubarak adalah pemimpin sah Mesir selama berpuluh-puluh tahun. Amerika membantu mengucurkan jutaan dolar untuk menjamin para diktator Mesir dan Tunisia tersebut tetap berkuasa.

Yang keempat adalah ‘penerus tahta’. Presiden Suriah Hafiz al-Assad digantikan oleh putranya Bashr al-Assad. Di Korea Utara Kim Jong-un siap menggantikan posisi ayahnya Kim Jong-il. Jong-il juga tadinya menggantikan ayahnya, Kim Il-sung.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/03/162191-mau-jadi-diktator-ini-resepresepnya

Militer Mesir Berjanji Tidak Gunakan Kekerasan Hadapi Demonstran Selasa Ini


Dalam hitungan mundur untuk pelaksanaan demonstrasi hari Selasa ini (1/2) yang melanjutkan aksi sebelumnya, tentara/ militer Mesir berjanji untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap warga, menurut televisi milik negara.

Pasukan militer bersenjata mengatakan bahwa penyebaran tank dan personil militer hanya untuk kepentingan melindungi warga sipil.

Pernyataan ini datang untuk meyakinkan ratusan ribu demonstran, yang direncakan akan turun ke jalan-jalan di Kairo hari Selasa sore (1/2) dalam rangka untuk menegaskan tuntutan mereka untuk mengakhiri rezim Presiden Hosni Mubarak.

Selama tiga hari terakhir, ribuan pengunjuk rasa telah berkemah di Tahrir Square di jantung ibukota yang dikelilingi oleh puluhan tank, truk militer dan personil bersenjata.

Pernyataan militer ini juga datang untuk menyangkal kecurigaan yag disuarakan oleh beberapa pemimpin oposisi bahwa pihak militer akan menyerang demonstran dalam demonstrasi hari ini.

Mesir telah diguncang oleh unjuk rasa sangat besar sejak Selasa pekan lalu. Puluhan ribu warga Mesir bersatu dan berpawai di beberapa provinsi untuk mengecam pemerintahan Mubarak.

Dalam upaya untuk membatalkan aksi unjuk rasa, polisi telah menggunakan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam menyerang warga sipil. Pada hari keempat unjuk rasa, polisi berhasil dikalahkan dan dipaksa untuk mundur oleh demonstran. Pada hari yang sama, presiden memerintahkan militer untuk campur tangan untuk menjaga ketertiban umum. (fq/almasryalyoum)

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/militer-mesir-berjanji-tidak-gunakan-kekerasan-hadapi-demonstran-selasa-ini.htm

Krisis politik Mesir picu kenaikan harga minyak


 

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA: Harga kontrak berjangka minyak untuk pengiriman Februari naik sebesar US$1,47 barel menjadi US$90,8 per barel pada perdagangan pukul 07:16 WIB hari ini di New York Mercantile Exchange.

Dengan demikian harga minyak naik untuk hari ketiga setelah krisis politik di Mesir meningkatkan kekhawatiran bahwa unjuk rasa yang dilakukan rakyat akan menganggu produksi dan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.

Kenaikan harga juga terjadi untuk kontrak pengiriman barang Maret, April, Mei, dan Juni masing-masing sebesar US$1,15 per barel menjadi US$92,81 per barel, US$0,95 per barel menjadi US$94,35 per barel, dan US$0,79 per barel menjadi US$95,43 per barel.

Sementara itu, harga minyak untuk pengiriman Juli naik senilai US$0,71 per barel menjadi US$96,28 per barel, untuk pengiriman Agustus naik US%$0,31 per barel menjadi US$96,5 per barel, dan untuk pengiriman September menjadi US$97,14 per barel setelah naik senilai US$0,52 per barel.

Kontrak minyak untuk pengiriman November juga meningkat sebesar US$0,33 per barel menjadi US$98 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah untuk pengiriman bulan lain, tidak mengalami perubahan sejak 28 Januari 2010.

Seperti dikutip Bloomberg, Menteri Energi Amerika Serikat Steven Chu melalui konferensi jarak jauh mengatakan harga kontrak berjangka naik sebesar 4,3% sejak 28 Januari 2011, kenaikan tertinggi sejak September 2008.

Kenaikan harga itu terjadi setelah terjadi bentrokan antara aparat militer dan demonstran di Mesir yang menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur dari jabatannya yang telah berlangsung selama 30 tahun.

Steven Chu menilai gangguan pasokan minyak di Timur Tengah akan meningkatkan harga. Senada dengan Chu, Ben Westmore, ekonom mineral dan energi National Australia Bank Ltd berbasis di Melbourne, mengatakan masalah di Mesir akan berdampak pada harga komoditas dan pasar keuangan. (esu)

sumber : http://www.bisnis.com/market/komoditas/10371-krisis-politik-mesir-picu-kenaikan-harga-minyak

%d bloggers like this: