Blog Archives

10 Alasan Israel Bisa Dikalahkan


Serangan Israel yang tidak pandang bulu terhadap Gaza sekali lagi mengangkat isu atas legitimasi Israel. Para penguasa Muslim memutuskan untuk tidak memutuskan diri dari masa lalu dan sekali lagi melakukan tindakan untuk sama sekali tidak melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel. Mereka adalah para penguasa yang secara sadar maupun tidak menjaga argumen Israel sebagai sebuah negara yang tak terkalahkan dan bahwa dunia Muslim harus menerima keberadaan Israel dan bernegosiasi dengan apa yang tersisa dari Palestina. Berikut adalah 10 contoh yang membantah argumen bahwa Israel adalah negara tak terkalahkan.

Kedalaman Strategis – Israel adalah negara buatan yang diciptakan oleh kekuasaan kolonial. Negara ini sangat kecil sehingga dalam setiap skenario perang wilayah Israel akan menderita kerugian dan kerusakan yang signifikan karena harus berjuang dari dalam wilayahnya sendiri. Sebuah pesawat tempur musuh bisa terbang di seluruh wilayah Israel (dengan luas 40 mil laut dari Sungai Yordan hingga ke Laut Mediterania) dalam waktu empat menit.

Kohesi internal – stabilitas domestik selalu menjadi masalah bagi Israel karena negara itu didirikan atas dasar rasisme. Realitas Israel sebagai negara sekuler adalah bahwa praktek rasisme dilakukan pada tingkat negara, bahkan pada orang-orang Yahudi sendiri. Korelasi erat antara etnis dan kelas sosial-ekonomi di Israel masih merupakan sumbu utama. Hal ini terlihat pada kelompok-kelompok etnis dan kelas sosial ekonomi antara Ashkenazi – Yahudi  Eropa – dan Oriental – Yahudi Timur Tengah. Pembentukan kelas etnis Israel membagi masyarakat Yahudi Israel dari dalam. Politik Apartheid ini kini telah mengakar ke dalam sistem hukum, peraturan dan praktek yang mengatur pengoperasian lembaga negara.

Jumlah penduduk yang kecil – Masalah terbesar Israel adalah populasi yang relatif kecil. Israel memiliki penduduk sejumlah 7,9 juta orang dan memiliki masalah dalam peningkatan demografi jika ingin bertahan hidup di wilayah tersebut. Kaena Israel sangat jauh kalah dari segi jumlah dengan bangsa-bangsa di sekitarnya, negara itu memiliki ketergantungan besar pada migrasi. Dalam dekade terakhir tidak ada negara lain di dunia yang telah memiliki sebagian besar imigran baru yang akan hengkang dari negara itu. Karena kekhawatiran akan keamanan, semakin banyak warga Israel yang ingin meninggalkan Israel dan sekarang berada dalam situasi di mana setiap tahun lebih banyak orang Yahudi yang meninggalkan Israel untuk pergi ke Eropa dan Amerika Serikat daripada beremigrasi ke Israel.

Masalah Buruh –  Pengaruh dari kecilnya populasi adalah kekurangan tenaga kerja. Israel hanya memiliki tenaga kerja sejumlah 3,3 juta orang. Pembangunan ekonomi dan pembangunan industri adalah  industri padat karya yang bergantung pada pengetahuan dan keterampilan. Dengan tenaga kerja yang kecil, Israel sangat bergantung pada pengetahuan dan keahlian orang asing.

Ekonomi – Ekonomi Israel bernilai $ 245 milyar, dan ini terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan penduduk Israel. Hal ini membawa dampak pada seberapa banyak pajak pemerintah terkumpul untuk mensubsidi orang-orang Yahudi di dunia untuk bermigrasi ke Israel agar jumlah penduduknya menjadi normal. Akibatnya, Israel telah fokus pada industri-industri kunci untuk kelangsungan hidupnya. Ini berarti banyak industri-industri seperti pertambangan dan manufaktur telah terabaikan. Untuk mengkompensasi hal ini Israel mengandalkan teknologi, militer dan transfer bantuan asing. Hal ini juga bergantung pada orang-orang Yahudi yang berpengaruh di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat untuk memanipulasi kebijakan luar negeri dari negara-negara yang mendukung Israel. Israel memiliki ketergantungan yang besar pada kemauan baik negara-negara lain. Jika negara itu tidak disukai, Israel terlalu kecil untuk menjadi sebuah negara mandiri.

Kemiskinan – Salah satu efek dari kebijakan ekonomi tersebut adalah kemiskinan di Israel. Dua puluh empat persen – yakni lebih dari 2 juta warga Israel – hidup di bawah garis kemiskinan. Anggaran kecil dari pemerintah Israel telah menyebabkan banyak orang yang memanfaatkan hubungan keluarga untuk mendapatkan kekayaan. Sebuah laporan tahun 2010 menyoroti 18 keluarga Israel yang menguasai 60% dari semua perusahaan Israel. Kekayaan mereka terkonsentrasi di empat industri terbesar Israel: perbankan dan asuransi, bahan kimia, teknologi tinggi, dan militer / keamanan tanah air.

Kurangnya sumber daya – Israel tidak akan pernah menjadi mandiri karena harus selalu mengimpor energi. Israel sangat bergantung pada impor eksternal untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energinya, menghabiskan jumlah yang signifikan dari anggaran dalam negeri bagi sektor transportasi yang mengandalkan bensin dan solar, sementara sebagian besar produksi listrik dihasilkan dengan menggunakan batubara impor. Sementara wilayah lain memiliki banyak minyak dan gas, Israel tidak memiliki apa-apa.

Ketergantungan pada ekspor – pasar asing sangat penting bagi Israel. Karena memiliki pasar domestik yang sangat kecil (karena populasi yang kecil) negara itu terpaksa mencari pasar luar negeri untuk menghasilkan kekayaan. Negara industri umumnya menfokuskan 10% dari ekonomi mereka terhadap perdagangan luar negeri (impor dan ekspor). Namun 30% dari ekonomi Israel bergantung pada ekspor yang sangat tinggi. Ekspor utama Israel 10 tahun lalu adalah jeruk Jaffa dan produk pertanian lainnya. Saat ini diperkirakan 80% dari ekspor produk Israel adalah komponen berteknologi tinggi dan elektronik. 40 % dari ekspor Israel berakhir di pantai AS meskipun AS dapat membuat barang-barang pertanian dan perangkat keras komputer yang sama. Sebuah ketergantungan pada pasar luar negeri membuat perekonomian tergantung pada asing sehingga terus mengkonsumsi dan mengikat nasib ekonominya kepada negara lain.

Pertanian – Geografi Israel tidak kondusif untuk pertanian secara alami. Lebih dari setengah luas daratannya adalah padang pasir, dimana iklim dan kurangnya sumber daya air tidak mendukung pertanian. Hanya 20% dari luas daratan Israel yan hidup subur secara alami. Sementara Israel kini mampu menghasilkan sebagian besar dari apa yang dibutuhkan, negara itu juga harus mengekspor apa yang diproduksinya untuk memperoleh devisa yang sangat dibutuhkan. Walaupun Israel memiliki Perusahaan sepatu Achilles-Heel, negara itu perlu untuk mengimpor gandum. Delapan puluh persen gandumnya adalah impor, suatu hal yang merupakan beban bagi pendapatan pajak pemerintah.

Air – Israel menderita kekurangan air yang kronis. Dalam beberapa tahun terakhir dikhawatirkan bahwa di Israel mungkin terasa sulit untuk cukup dapat memasok kebutuhan air dalam kota dan rumah tangga. Sumber air Israel diperkirakan akan habis dimana 95% habis dikonsumsi. Sumber-sumber baru air yang dianggap kecil tidak akan dapat sepenuhnya menggantikan sumber utama air ketika sudah habis. (RZ; Current Affairs, 25 November 25, 2012 )

 

sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2012/11/29/10-alasan-israel-bisa-dikalahkan/

Peduli Terhadap Sesama Muslim


Banyak nash, baik dalam Alquran maupun al-Hadits, yang menegaskan bahwa sesama Muslim itu bersaudara. Allah SWT, misalnya, berfirman (yang artinya): Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara (TQS al-Hujurat [49]: 10). Baginda Rasulullah SAW pun antara lain bersabda, “Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya.” (HR al-Hakim).

Persaudaraan sesama Muslim tentu tidak akan bermakna apa-apa jika masing-masing tidak memperhatikan hak dan kewajiban saudaranya, tidak saling peduli, tidak saling menutupi aibnya, tidak saling  menolong, dst. Baginda Rasulullah SAW memerintahkan hal demikian, sebagaimana sabdanya, “Siapa saja yang meringankan  beban seorang Mukmin di dunia, Allah pasti akan meringankan bebannya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah pasti akan memberi dia kemudahan di dunia dan akhirat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim di dunia, Allah pasti akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah SWT selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan at-Tirmidizi).

Itulah penghargaan Allah SWT yang luar bisa kepada hamba-Nya yang peduli kepada sesamanya. Sebaliknya, Allah SWT menegur seorang Muslim yang tidak memedulikan sesamanya. Dalam hal ini, Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Baginda Rasululullah SAW pernah bersabda: Sesungguhnya Allah SWT berkata pada Hari Kiamat nanti, “Wahai manusia, Aku pernah sakit. Mengapa engkau tidak menjenguk Aku.” Manusia menjawab,“Tuhanku, bagaimana aku menjenguk Engkau, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT berkata, “Bukankah engkau dulu tahu hamba-Ku si fulan pernah sakit di dunia, tetapi engkau tidak menjenguknya? Bukankah engkau pun tahu, andai engkau menjenguk dia, engkau akan mendapati diri-Ku di sisinya? Wahai manusia, Aku pernah meminta makan kepada engkau di dunia, tetapi engkau tidak memberi Aku makan.” Manusia menjawab, “Tuhanku, bagaimana Aku memberi Engkau makan, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT menjawab, “Bukankah engkau tahu, hamba-Ku pernah meminta makan kepada engkau, tetapi engkau tidak memberi dia makan? Bukankah andai engkau memberi dia makan, engkau mendapati diri-Ku ada di situ?” Wahai manusia, Aku pernah meminta minum kepada engkau, tetapi engkau tidak memberi Aku minum?” Manusia berkata, “Tuhanku, bagaimana aku memberi Engkau minum, sementara engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT menjawab, “Bukankah engkau tahu, hamba-Ku pernah meminta makan kepada engkau di dunia, tetapi engkau tidak memberi dia makan? Bukankah andai engkau memberi dia makan, engkau mendapati diri-Ku ada di situ?” (HR Muslim).

Berkaitan dengan kepedulian kepada sesama Muslim, Baginda Rasulullah SAW juga pernah bersabda, sebagaimana penuturan Bara’ bin ‘Azib, “Baginda Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kami tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula. Beliau memerintahkan kami untuk: menjenguk orang sakit; mengiringi jenazah (ke kuburan); mendoakan orang yang bersin; membenarkan sumpah; menolong orang yang terzalimi; memenuhi undangan; dan menebarkan salam…” (HR al-Baihaqi).

Ditegaskan pula oleh Rasulullah SAW dalam hadits lain yang berbunyi, “Hak Muslim atas Muslim yang lain ada lima: menjawab salam; mengunjungi orang sakit; mengiringi jenazah; memenuhi undangan; mendoakan orang yang bersin.” (HR Ahmad).

Mengunjungi saudara sesama Muslim, termasuk menjenguknya saat sakit, merupakan salah satu amal terpuji. Dalam hal ini, Tsauban menuturkan bahwa Baginda  Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya seorang Muslim itu, jika mengunjungi saudaranya, berarti selama itu ia berada di taman surga.” (HR Muslim).

Adapun Ali ra menuturkan bahwa Baginda Rasulullah  pernah bersabda, “Tidaklah seorang Muslim mengunjungi Muslim yang lain pada pagi hari, kecuali seribu malaikat mendoakan dirinya hingga sore hari. Jika ia mengunjungi Muslim yang lain pada siang hari, seribu malaikat akan mendoakannya hingga pagi hari.” (HR at-Tirmidzi).

Adapun tentang mendoakan orang yang bersin, sebagian menghukumi sunnah, dan sebagian lagi bahkan menghukumi wajib; tidak ada yang menghukumi mubah. Sebab, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersin. Karena itu, jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah memuji Allah. Sesungguhnya hak Muslim atas Muslim lainnya, jika ia mendengarnya bersin, hendaklah menjawab (mendoakan)-nya.” (HR al-Bukhari).

Sementara itu, terkait menerbarkan salam, Baginda Rasulullah SAW dalam hadits lain tegas memerintahkan, “Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim).

Di antara faedah menebarkan salam adalah: asma Allah menjadi tersebar; bisa menumbuhkan rasa cinta kepada sesama Muslim; menunjukkan pelakunya rendah hati dan tidak sombong; membuktikan pelakunya memiliki kesucian hati; mewujudkan rasa kasih sayang sesama Muslim (Iqazh al-Afham fi Syarh Umadh al-Ahkam, IV/51).

Semoga kita termasuk orang yang selalu memedulikan saudara sesama Muslim.

Wama tawfiqi illa billah. [] abi

sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2011/06/05/peduli-terhadap-sesama-muslim/

HTI Desak Rusia Hentikan Kezaliman terhadap Aktivis Islam


Jakarta. Hizbut Tahrir Indonesia gelar unjuk rasa kecam pemerintah Rusia yang melakukan tindakan zalim terhadap keluarga aktivis Islam di negeri beruang merah itu, Kamis (16/6) siang di depan Kedutaan Besar Rusia,  Jakarta. Pasalnya, demi mendapatkan pengakuan dari dua aktivis HT Rusia Sidikov Farukh Fadhludinovitz  dan Shakirov Albert Zakoyovitz , Dinas Keamanan Dalam Negeri Rusia (FSB) menzalimi keluarga dua aktivis yang ditahan sejak 10 Desember 2010 tersebut.

Pada 19 Mei lalu, FSB menculik istri dan ketiga anak Sidikov yakni Sidikova Omidkhan Ganeva (35), Mirmikhan (12), Nushratullah (10), dan Shalahuddin (8). Sampai saat ini pemerintah tidak memberitahukan keberadaan Sidikova, sedangkan ketiga anak mereka dititipkan di panti asuhan anak yatim.

“Sidikova ditangkap untuk menekan suaminya agar mengakui tuduhan kejahatan yang tidak dilakukannya,”  ujar Sekretaris Jubir HTI Roni Ruslan di hadapan puluhan pengunjuk rasa.

Perlakuan keji aparat juga dialami istri dan keempat anak Shakirov yakni Shakirova Layla Ramilvina (29), Zainab (6), Shalahudin (4), Ali (2), dan Janat (1). FSB mengacak-acak rumah, tidak jelas apa yang dicarinya. Dinas keamanan pun membentak-bentak sehingga keempat anak Shakirov menangis ketakutan.

“Tidak menemukan apa yang mereka cari, FSB pun memaksa Shakirova menandatangani pengakuan bahwa ia adalah fundamentalis,”  ungkapnya.

Di hari yang sama (23 Mei), beberapa Muslimah lainnya pun mengalami nasib serupa. Manabova Yola Kazikonova  (27) diculik selama sehari, sedangkan kedua anaknya ditinggalkan begitu saja di rumah. Padahal yang satu masih menyusui sedangkan kakaknya baru berusia lima tahun. Manabova diancam akan ditusuk obeng dan bor serta dihardik picik dan sakit jiwa.

Sedangkan Minibayeva Ilmira Yonirovna (26) yang tengah hamil 8 bulan nyaris saja keguguran saat FSB menggeledah rumahnya dengan sangat kasar.  Personel FSB pun menginjak-injak buku-buku keislaman yang banyak mengandung ayat-ayat suci Alquran.

Atas tindakan zalim tersebut, HTI mendesak pemerintah Rusia untuk segera menghentikan tindakan keji pemerintah Rusia dalam mencapai tujuannya, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai dan prinsip yang konon dianut Rusia yakni HAM dan demokrasi.

Namun, terlepas pemerintah Rusia akan menghentikan tindakan zalimnya atau tidak, HT Rusia dan aktivis HT lainnya di seluruh penjuru dunia, akan tetap berjalan di atas metodenya yakni dakwah tanpa kekerasan untuk menegakkan kembali syariah Islam dalam bingkai khilafah.

“Ingatlah wahai penguasa Rusia, tindakan zalim kalian tidak akan menghentikan aktivitas Hizbut Tahrir di sana! Tindakan zalim kalian cepat atau lambat justru akan mempurukkan kalian!” ancam Roni.[] mediaumat.com

Israel: Pemerintah Terpilih Turki Harus Cegah Armada yang Akan ke Gaza


Israel berharap pemerintah Turki yang kembali terpilih di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan akan memblokade armada para aktivis yang akan berlayar ke Gaza, seorang menteri Israel mengatakan pada hari Senin ini (13/6).

“Sudah jelas bahwa kami tidak ingin melihat dorongan dari pemerintah Turki terhadap armada provokatif yang menuju Gaza,” kata wakil menteri luar negeri Israel, Danny Ayalon, kepada radio publik setelah pemilu hari Minggu kemarin di Turki.

“Kami berharap bahwa pemerintah yang bertanggung jawab tidak akan bertindak melawan hukum internasional dan akan menghentikan warga negaranya dari memasuki zona berbahaya.”

Sebelumnya sekelompok aktivis pro-Palestina, yang dipimpin oleh beberapa kelompok Turki, mengatakan mereka berencana untuk berlayar ke Gaza pada bulan Juni, mengulangi misi mereka yang pernah dilakukan pada Mei 2010 lalu.

Para aktivis yang terlibat dalam armada baru mengatakan mereka berencana untuk melanjutkan misi mereka, meskipun adanya keputusan Mesir untuk membuka kembali perbatasan Rafah, yang secara efektif melemahkan blokade Israel terhadap wilayah jalur Gaza.

Israel sangat mendesak Turki untuk memblokir armada dari menuju ke Gaza, memperingatkan bahwa pasukannya akan mengambil tindakan keras untuk mencegah aktivis mencapai Gaza.

“Pemilu ini merupakan kesempatan untuk membuka halaman baru. Ini tidak tergantung kepada kami, tapi tergantung Turki, dan kami berharap dapat melihat dari mereka sebuah kebijakan yang lebih cerdas dan seimbang dan bertanggung jawab,” kata Ayalon.

“Kami tidak menganggap Turki sebagai negara musuh. Kami berharap bahwa Turki setuju untuk mengambil langkah penting sebelum hubungan dengan Israel menurun lebih dari yang mereka miliki dalam dua tahun terakhir, yang sebagian besar disebabkan oleh mereka sendiri,” tambahnya.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu meminta para aktivis untuk memikirkan kembali armada mereka dan menyarankan bantuan dapat disampaikan tanpa memprovokasi Israel atau mempertaruhkan kehidupan para aktivis itu sendiri.(fq/aby)

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-pemerintah-terpilih-turki-harus-cegah-armada-yang-akan-ke-gaza.htm

Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama


Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama

Syafii Antonio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW.  “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” kata pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio.

Menurutnya, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. “Beliau membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manajer, dan kemudian menjadi investor,” ujarnya.

Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, katanya, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses.

Sebagai pengusaha dan pemimpin, Rasulullah mempunyai sumber income yang sangat banyak. Namun Rasul  sangat ringan tangan memberi bantuan. “Beliau sangat tidak sabar melihat ada umat yang menderita dan tidak ridha melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya,” kata Syafii.

Itu sebabnya, kata Syafii, Rasulullah selalu berinfak dengan kecepatan yang luar biasa, yang digambarkan para sahabatnya sebagai “seperti hembusan angin”. “Ia menyedekahkan begitu banyak hartanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya,” ujarnya.

Kepemimpinan dan manajemen ala Rasulullah ini akan dibedahnya dalam Eksiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager yang akan diluncurkan besok. Dalam buku itu, Syafii  merangkai dan menuangkan ketauladanan nabi Muhammad SAW dalam satu set ensiklopedia yang terdiri dari delapan buku.

Menurut Doktor Banking Micro Finance dari University of Melbourne itu, dalam diri Rasulullah banyak hikmah yang bisa dipetik mengangkut soal manajemen dan kepemimpinan. Sayangnya, sangat terbatas literatur yang menggali dimensi leadership dan manajemen dengan kaca mata analisa tematis dan modern. “Dalam arti dipandang dari sudut ilmu manajemen modern dan suasana modern,” kata pimpinan Tazkia Group itu.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/01/28/161314-bisnis-ala-rasulullah-saw-uang-bukan-modal-utama

%d bloggers like this: