Blog Archives

Kaum Liberal dan Pentingnya Khilafah


01. mengapa ramai hastag #IndonesiaTanpaJIL? semua itu wajar mengingat mudharat besar yg dihasilkan kelompok ‘kaki-tangan’ barat ini

02. mulai dari membolehkan homoseksual, penolakan terhadap syariat Islam dan pembenaran untuk mengumbar aurat mereka dakwahkan


03. sampai ke penghalalan nikah beda agama, penghinaan terhadap kerasulan Muhammad saw, gugatan atas keaslian Al-Qur’an mereka gencarkan

04. maka wajar ummat Islam menolak liberalisme, bagaikan menggunting dalam lipatan, mereka menamakan diri Islam dan mempropagandakan barat

05. ditilik dari segi sejarah, kemunculan kaum liberal (JIL) di indonesia sangat terkait dengan gerakan liberal di dunia Islam umumnya

06. pada abad ke 17, saat Khilafah Utsmani sudah melemah, misionaris kristen mulai melaksanakan aksi mereka di beirut libanon lwt pendidikan

07. tugas mereka jelas, membuat kaum Muslim ragu dengan agamanya sendiri dan mempertanyakan keabsahan agama mereka

08. pada abad 18-19, seiring kebangkitan dunia barat karena meninggalkan kristen sebagai agama, masalah liberalisme kaum Muslim juga dimulai

09. beberapa tokoh barat bersepakat bahwa masuknya Napoleon ke Mesir pada 1798 adl inisiasi awal dari pemikiran liberal di dunia Muslim

10. saat itu, ummat shock menyaksikan kebangkitan barat dan bersamaan dengannya melemahnya Khilafah Islam, dan mulai bertanya-tanya

11. “apa yang membuat barat bangkit?” dan “yang membuat Islam lemah?”, begitulah yang dipikirkan ilmuwan2 Islam saat saksikan majunya barat

12. “apakah kita lemah dan barat kuat karena cara pikir barat lebih baik dari cara pikir kita?” begitulah syaitan menyusup lewat akal

13. maka saat itu pemikir2 Islam banyak merapat ke barat, membuka dialog, mengapa “barat maju sementara Islam melemah”

14. tanpa kaum Muslim sadari, melemahnya Khilafah saat itu sesungguhnya karena melemahnya pemikiran Islam, bukan karena pemikiran Islam

15. saat itu bahasa arab telah melemah penggunaannya, filsafat persia dan yunani pun merusak pemikiran, belum lagi ijtihad yg tak dilakukan

16. namun sebagaimana jebakan barat, kaum Muslim mulai diperkenalkan dengan cara pikir barat yg liberalis, derivat dari sekulerisme

17. “memisahkan antara agama dan negara”, “menolak otorisasi kelompok tertentu menafsirkan dalil” itu kampanye barat pada Islam

18. barat via prancis, inggris dan amerika berusaha mengenakan paham yg membangkitkan mereka pada kaum Muslim, yaitu “meninggalkan agama”

19. barat sangat sadar, adanya Khilafah menutup jalan bagi mereka untuk menguasai Muslim, karena itu liberalisasi agama jadi jawaban

20. maka melalui upaya liberalisasi agama, barat berusaha menanamkan bahwa modernisasi adalah meninggalkan agama sebagai dasar pikir

21. liberalisasi agama ini mendapatkan sambutan, khususnya dari misionaris kristen dan cendekiawan Islam yang disekolahkan keluar negeri

22. generasi awal (1830-1870) liberalis tmsk Rifa’ah Rafi Al-Tahtawi, menimba liberalism di Prancis dan membawa pendidikan sekuler ke Mesir

23. pula tokoh kristen Butrus al-Bustani yg menyebarkan pemikiran cabang liberalisme yaitu nasionalisme arab, utk memisahkan dr Khilafah

24. generasi kedua (1870 – 1900) dari mereka lebih berani, kali ini kaum liberal menggugat bahwa Al-Qur’an dan Islam adl agama bias gender

25. Maka muncullah perusak Islam lainnya, liberalis generasi kedua yaitu Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani guru-murid pengusung liberal

26. banyak ummat Muslim menyangka mereka adalah ulama pembaharu Islam, pada hakikatnya mereka ini adalah pengkhianat yg menjual Islam

27. khusus Jamaluddin ini, Khalifah Abdul Hamid II dlm catatan hariannya pernah mengatakan dia layaknya “pelawak” kaki tangan Inggris

28. setelah pan-arabisme (nasionalisme arab) yg diusung Jamaluddin gagal, ia malah meminta lindungan pada tentara kafir, begitulah “pelawak”

29. gerakan liberalisme generasi kedua ini tampil lebih vulgar, mulai mengusung pemakzulan Khilafah, sebagaimana diinginkan majikan baratnya

30. ide liberalisasi agama dalam bentuk penolakan terhadap syariat dalam bingkai Khilafah ini mengkristalisasi pada generasi liberalis ketiga

31. generasi ketiga ini merentang 1900 – 1939, dengan tokohnya spt Muhammad Rasyid Ridha, Ali Abdur Raziq dan Thaha Husain

32. gugatan mereka terhadap Khilafah, juga dibarengi dengan meniupkan benih nasionalisme pada pemuda Arab, Turki, dan lainnya

33. Nasionalisme inilah kelak memberi ruh pada gerakan revolusi arab dan gerakan turki muda, yang berujung pada runtuhnya Khilafah di 1924

34. Nah, generasi liberal ketiga inilah yang banyak direspons oleh dunia Islam, termasuk Indonesia yang terpengaruh dengan pemiran liberal

35. da’i liberal semacam Muhammad Arkoun, Nashr Hamid Abu Zaid, Rasyid Ridha dll, mulai mewarnai pemikir-pemikir Indonesia

36. adalah Muhammad Tahir Djalaluddin, murid Muhammad Abduh yg ‘berjasa’ menyebarkan liberalisme di nusantara dan ranah melayu

37. sesampai dari mesir, ia menyebarkan pemikiran Muhamamd Abduh dan Jamaluddin al-Afghani tentang liberalisme di majalah al-Imam

38. tema sentral majalah al-Imam ini adalah feminisme, kebebasan berpendapat (walau tak sesuai syariat) dan tema liberal yg lain

39. Pada 1970-an, gerakan liberal ini menemukan relungnya di indonesia lewat Nurcholish Majid, sesepuh liberal di Indonesia

40. Nurcholish Majid mewarisi liberalisme dari Fazlur Rahman, dosennya di Chicago yg mengusung tafsir ‘kontekstual’ bukan ‘tekstual

41. Tafsir kontekstual ini menyatakan bahwa dalil Qur’an bukan dilihat secara teks kata2, tapi maknanya (konteks) saja sudah cukup

42. Misal, menutup aurat maknanya adl menjaga kehormatan n melindungi diri, jadi bila sudah terhormat dan terlindung, tak perlu tutup aurat

43. Nurcholish misalnya menyatakan “Tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar)” dan mengajarkan bahwa semua agama itu benar

44. menjelang 1970-an, gerbong liberalisme bertambah panjang dengan daftar nama Harun Nasution, Abdurrahman Wahid dan Munawir Sjadzali

45. mereka miliki kesamaan, yaitu kekaguman atas Muhammad Abduh, Ali Abdur Raziq, Rasyid Ridha dan pemikir liberal lainnya

46. saat itu, tak ayal lagi, pemikiran liberal mulai menyusup pada cendekiawan NU dan Muhammadiyah, khususnya para santri muda mereka

47. maka pada 2001, digalang Ulil Abshar, Gonawan Moehammad dibentuklah JIL untuk satukan seluruh organisasi bernafas liberal di Indonesia

48. dalam situs islamlib.com dinyatakan, lahirnya JIL sebagai respons atas bangkitnya “ekstremisme” dan “fundamentalisme” agama di Indonesia

49. intinya gerakan JIL adl membuat ummat berpaling dari Islam memanfaatkan isu “ekstremisme”, “fundamentalisme” n “radikalisme”

50. mereka menggugat Al-Qur’an dan Rasul, menyalahkan ahli tafsir dan ulama terdahulu, serta menafsirkan ayat sebatas batok kepala mereka

51. Ulil Abshar Abdalla misalnya menyatakan “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.”

52. Sumanto al-Qurthuby menulis “hakekat Al-Qur’an bukanlah ‘teks verbal’ yg 6666 ayat bikinan Utsman itu melainkan gumpalan2 gagasan.”

53. Luthfi Assyaukani “Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat/pengajian. Kalau di tempat umum ya mesti dibuka. Bego aja kebalik-balik,”

54. begitulah kerjaan mereka, selain itu mereka juga aktif mengadakan acara2 pemurtadan secara pemikiran, dan disokong dana barat

55. JIL juga merilis FLA (fikih lintas agama) yang membolehkan nikah beda agama, penghapusan nisbah warisan dan masa iddah ada pada laki2

56. mereka mengkampanyekan sekulerisme, pluralisme dan liberalisme (sepilis) sebagai tandingan syariat Islam dan Khilafah Islam

57. walau MUI telah mengharamkan sepilis kaum liberal ini, namun masyarakat tetap dijejali dengan ide ini, khususnya kaum awam

58. termasuk menyebar derivat sepilis seperti demokrasi yg mengambil hak Allah sebagai penentu halal dan haram dan serahkan pd suara mayoritas

59. liberalis membeli acara2 tv dan lapak2 di koran dengan uang dari barat dan memaksa ide liberal bercokol di kepala generasi Muslim

60. tak hanya tulisan dan radio, mereka juga merambah sinetron, dan film2 bioskop, seminar2 di kampus dan partai2 politik

61. org liberal merasa mereka keren ketika bisa kutip pendapat2 barat, tanpa sadar mereka cuma tugasnya membeo majikannya saja

62. lebih parah lagi, mereka kira dengan menjilat n ngibas-ngibasin ekor mereka bisa senangkan majikan, padahal nunggu dipotong juga

63. menjual agama atas dalil modernisasi, kebablasan, itulah kaum liberal, yang terkadang juga gak konsisten sama pendapatnya sendiri

64. bilang semua agama sama2 benar, tapi disuruh pindah agama keluar Islam gak mau, gak konsisten toh?

65. bilangnya semua agama sama, tapi mati masi mau dikainin kafan, kalo berani ya dibakar aja trus dibuang ke kalimalang

66. Betul ketika Hudzaifah meriwayatkan hadits Nabi bahwa akan ada “da’i-da’i yang menyeru pada neraka jahannam, yg ikut mrk akan masuk neraka”

67. Nabi jelaskan bahwa da’i penyeru neraka ini “dari kaum yg kulitnya sama seperti kamu, dan berbicara dengan bahasa kami”

68. begitulah JIL, berkulit Islam dan berbahasa Al-Qur’an, namun yang diserukannya adalah menuju pintu neraka jahannam.. innalillahi..

69. konsisten sekuler, web mereka jelaskan dasar JIL poin f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik

70. singkat cerita, sama seperti pendahulu2nya, sepertinya majikannya juga masih sama, JIL ingin menggagalkan penerapan syariat Islam

71. karena itulah kaum liberal dan JIL paling sewot bila ada kelompok yg menginginkan formalisasi syariat dalam negara dlm bentuk Khilafah

72. bila generasi liberal lalu memakzulkan Khilafah, maka peliharaan barat generasi baru ini menghalang-halangi kembalinya Khilafah Islam

73. subhanallah, terkadang Allah menguji kaum Muslim dengan musuh bersama, yang kita bersatu karenanya, menyadari pentingnya ukhuwah Islam

74. oleh karena itu, #IndonesiaTanpaJIL perlu digemakan, dan kita lanjutkan dengan Indonesia Dengan Syariah dan Khilafah” 🙂

oleh Ustadz Felix Siauw Copast dari web sebelah

Advertisements

Tolak Obama ,Presiden Negara Imperialis !


Presiden Obama melakukan kunjungan ke kawasan Asia Pasifik. Diawali dengan menjadi tuan rumah pertemuan APEC dengan agenda Trans-Pasific Partnership (TPP) dan masalah zona perdagangan bebas Pasifik. Lalu berkunjung ke Australia dan terakhir ke Bali untuk menghadiri KTT Asean+ atau East Asia Summit –EAS- yang berlangsung pada 17-19 November 2011.

 

Demi Kepentingan AS

Satu hal yang pasti bahwa Obama adalah presiden dari negara yang menganut ideologi kapitalisme. Imperialisme atau penjajahan adalah metode baku yang dilakukan untuk menyebarkan kapitalisme dan menjaga dominasi kepentingan ekonomi dan politik. Dalam konteks ini, kunjungan Obama ke kawasan Asia Pasifik ini sangat penting.

Ben Rhodes, wakil penasihat keamanan nasional untuk komunikasi strategis dalam briefing media terkait kunjungan Obama itu, mengatakan bahwa kunjungan ini sangat penting untuk melibatkan kawasan Asia Pasifik yang dinamis itu guna menciptakan lapangan kerja, mengamankan kepentingan AS dan mengokohkan nilai-nilai demokrasi. Pemerintahan Obama sejak awal berusaha mengembalikan persekutuan AS di kawasan, menguatkan posisi AS dan memastikan bahwa AS tetap menjadi kekuatan ekonomi dan keamanan yang dominan di Asia Pasifik dan lebih luas (http://www.whitehouse.gov/the-press-office/2011/11/09/press-briefing-previewing-presidents-trip-hawaii-australia-and-indonesia).

Saat ini perekonomian Eropa sedang stagnan bahkan mengalami kelesuan setelah hal sama lebih dulu melanda perekonomian AS. Sementara itu, ekonomi kawasan Asia Pasifik justru mengalami pertumbuhan dan PDBnya meningkat signifikan. Jumlah penduduk Asia Pasifik yang sangat banyak juga merupakan potensi pasar yang sangat besar. Disinilah kawasan Asia Pasifik saat ini menjadi kawasan paling penting dan potensial bagi kepentinan ekonomi AS. Karena itu Rhodes juga menjelaskan, bahwa agenda Obama dalam pertemuan APEC di Honolulu lebih difokuskan pada agenda ekonomi terutama dalam rangka penciptaan jutaan lapangan kerja. Obama berambisi untuk melipatgandakan ekspor pada tahun depan. Untuk itulah Obama menggunakan pertemuan APEC untuk mensuport ekspor AS, meningkatkan perdagangan, menghilangkan hambatan pasar di kawasan, membuka pasar dan mencapai kesepakatan eksport dengan berbagai pemerintahan di Asia Pasifik. Disinilah kenapa Obama (AS) begitu ngotot mengegolkan usulan zona perdagangan bebas Asia Pasifik.

Sementara dalam pertemuan East Asia Summit (EAS) di Bali, Obama akan lebih memfokuskan pada masalah tantangan politik dan keamanan di kawasan. Dalam konteks ini, AS ingin pertemuan East Asia Summit akan mencakup agenda nonproliferasi, keamanan nuklir dan pengamanan material nuklir, dimana hal itu bergantung pada kerjasama anggota EAS. AS juga berkepentingan dengan masalah keamanan maritim khususnya laut Cina selatan. Amerika memiliki kepentingan keamanan dan komersial yang dalam terhadap adanya semacam kode etik atau aturan yang jelas tentang pendekatan anggota EAS bagi masalah keamanan maritim tersebut.

Obama juga ingin menyeimbangkan kembali wilayah Asia, di mana demokrasi mulai muncul dan pengaruh Tiongkok yang semakin besar. Artinya, AS ingin melibatkan negara-negara di kawasan untuk membendung makin meluasnya pengaruh Cina, khususnya di sekitar laut Cina Selatan. Obama akan memanfaatkan pertemuan di Bali untuk menguatkan aliansi dengan negara-negara kawasan, terutama negara-negara yang “mengepung” Cina. Karena itu di Bali, Obama akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM India Manmohan Singh untuk mendiskusikan pembangunan regional, masalah Afganistan (tentu saja juga Pakistan) dan pendalaman hubungan ekonomi dan komersial. India selama ini telah menjadi mitra penting bagi AS dalam kontra terorisme dan keamanan kawasan Asia Selatan.

Menurut Rhodes, Obama juga akan melakukan pembicaraan bilateral dengan dua sekutu penting AS di kawasan yakni Thailand dan Filipina untuk menguatkan aliansi dalam masalah kontraterorisme, keamanan maritim, keamanan nuklir dan memperluas hubungan komersial dengan Thailand dan Filipina. Selain itu, Obama juga akan melakukan pembicaraan bilateral degan Presiden SBY. Menurutnya, Indonesia penting karena merupakan salah satu negara kawasan yang ekonominya tumbuh cepat, selain juga menjadi mitra kunci bagi AS dalam masalah dari masalah kontra terorisme sampai masalah keamanan meritim.

Jadi jelas kedatangan Obama ke Bali ini lebih untuk merealisasi kepentingan penjajahan negara Paman Sam itu. Yaitu untuk menguatkan aliansi dengan negara-negara kawasan dan melibatkan negara-negara kawasan untuk merealisasi kepentingan AS terkait keamanan maritim, disamping untuk menghadapi perluasan pengaruh Cina. Disitulah strategisnya penguatan aliansi dengan negara yang mengepung Cina seperti India, Thailand, Filipina, Jepang, dsb. Dan dalam merealisasi hal itu, AS ingin Indonesia yang menjadi koordinator ASEAN dan tuan rumah East Asia Summit memainkan peran kunci. Pada akhirnya semua itu adalah untuk mengokohkan dominasi, pengaruh dan penjajahan AS di kawasan.

Terkait khusus dengan masalah Indonesia, entah berhubungan atau tidak, kedatangan Obama ke Bali ini terjadi disaat salah satu perusahaan AS yakni Freeport tengah menghadapi masalah baik dengan pemerintah maupun karyawan. Dari yang sudah-sudah, masalah yang dihadapi perusahaan AS biasanya akan selesai setelah kunjungan pejabat AS ke negeri ini, seperti dalam kasus Blok Cepu, Exxon di Natuna, dsb.

Kunjungan ini juga langsung atau tidak juga ada hubungannya dengan masalah Papua. Menjelang kunjungan Obama, menlu AS Hillary Clinton angkat suara mengenai konflik di Papua. Hillary menyampaikan kekhawatiran akan kondisi HAM di Papua. Ia menyerukan adanya dialog untuk memenuhi aspirasi rakyat di wilayah konflik tersebut (AFP, 11/11).

Secara politik, AS berkepentingan untuk menjaga Asia Tenggara dengan berpenduduk Muslim terbesar di dunia sebagai representasi dari Islam Moderat. Yakni, model Islam yang lebih dapat mengakomodasi kepentingan penjajahan global AS di Dunia Islam. Dalam hal ini, Indonesia diinginkan menjadi model negara di mana demokrasi, Islam, dan modernitas dapat hidup berdampingan secara damai. Bak gayung bersambut, Presiden SBY mengatakan Indonesia pada masa depan akan menjadi contoh negara di dunia yang mampu menjalankan prinsip demokrasi, Islam, dan modernisasi tanpa konflik (voanews.com, 13/11).

 

Tolak Obama

Jelaslah, Kunjungan Presiden Obama dalam KTT Asean dan KTT terkait tidak lain adalah untuk mengokohkan kepentingan penjajahan AS di wilayah Asia Timur, termasuk Indonesia. Kehadiran Obama dalam forum itu untuk memastikan bahwa wilayah itu secara politik dan ekonomi tetap menganut sistem dan ideologi kapitalisme. Indonesia dijadikan salah satu contoh untuk merealisasi hal itu di tengah umat Islam dunia. Dan secara praktis, kepentingan ekonomi dan politik AS tetap terjaga. Artinya, kehadiran Presiden Obama tidak lain adalah untuk semakin mengokohkan penjajahan atau imperialisme AS atas wilayah ini. Islam mengharamkan kaum Muslim memfasilitasi atau bahkan memberi jalan semua itu. Allah SWT berfirman:

dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS an-Nisa’ [4]: 141)

 

Disamping itu harus diingat, Obama adalah presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas tengah menjajah negeri Muslim dan memerangi kaum Muslim, seperti di Irak, Pakistan dan Afghanistan. Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya. Tak terhitung besarnya korban dan kerugian yang ditimbulkan. Dengan semua itu berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Ketika umat Islam diserang maka yang diperintahkan oleh Allah adalah membalas serangan setimpal dengan serangan itu (QS al-Baqarah: 194).

Serangan terhadap satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Sebab sebagaimana sabda Nabi saw, umat Islam itu ibarat satu tubuh. Oleh karena itu, dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk kategori muhariban fi’lan atau negara yang dalam status memerangi umat Islam secara de facto. Presiden dari sebuah negara seperti itu harus ditolak sebagai tamu. Sebab muamalah dengan negara kafir muhariban fi’lan adalah muamalah perang.

Allah SWT juga melarang kaum Muslim mengambil musuh Allah dan musuh umat sebagai teman dekat dan kepadanya kaum Muslim memberikan loyalitas (QS Mumtahanah : 1). Allah SWT juga berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. (QS Ali Imran : 118

 

Wahai Kaum Muslim

Kemuliaan, kesejahteraan dan keridhaan Allah hanya bisa diraih dengan menegakkan kehidupan Islami yang di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah naungan Khilafah. Hanya dalam kehidupan seperti itu saja, izzul Islam wal muslimin termasuk perlindungan terhadap negeri-negeri muslim, politik, ekonomi dan martabat serta kehormatan umat Islam bisa diujudkan. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

 

 

Komentar:

KPK menemukan lebih dari 4.000 izin tambang batubara bermasalah di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu menyebabkan negara dirugikan hingga triliunan rupiah (Kompas, 15/11)

  1. Lebih merugikan lagi, kekayaan alam, bukan hanya batu bara, justru diserahkan kepada asing. Umat dirugikan hingga ribuan triliun.
  2. Itulah akibat penerapan sistem kapitalisme demokrasi yang menyengsarakan manusia bahkan binatang, tetumbuhan dan batu.
  3. Selamatkan umat dan kekayaan milik umat dengan menerapkan syariah dalam bingkai khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah.

 

Hizbut Tahrir Jabar Tolak Obama di KTT ASEAN


Sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat, di Bandung, Jumat, berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada KTT ASEAN, November 2011, di Bali.

Aksi ini merupakan sikap penolakan kami terhadap Presiden AS Barack Obama yang akan berkunjung lagi ke Indonesia, tepatnya ke Bali dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-Asia Timur pada tanggal 17 hingga 19 November nanti,” kata Humas HTI Jawa Barat Lutfi Afandi, di sela-sela aksi unjuk rasa.

Menurutnya, jika dikaitkan dari faktor geografis kedatangan Barack Obama ke KTT ASEAN-Asia Timur tersebut sangat tidak tepat.

“Yang menarik ialah sebagai pimpinan negara Amerika yang secara geografis bukan bagian dari negara asia timur, datang ke sini KTT ini. Ini ada apa sebenarnya, maksud kedatangannya,” ujar Lutfi.

Ia menuturkan alasan pihaknya menolak kedatangan Barack Obama ke KTT ASEAN-Asia Timur ialah karena kunjungannya tersebut tidak akan memberikan dampak positif bagi negara Indonesia.

“Amerika saat ini negara yang terpuruk, utangnya melebihi utang pemerintah Indonesia. Jumlah pengangguran di sana mencapai 46 juta. Lantas, apa yang mau kita harapkan dari Amerika?” ujarnya.

Dikatakannya, kunjungan Presiden Barack Obama dalam KTT ASEAN-Asia Timur tidak lain adalah untuk mengokohkan kepentingan Amerika Serikat di wilayah Asia Timur, termasuk Indonesia.

“Dan secara praktis, kepentingan ekonomi dan politik Amerika tetap terjaga,” katanya.

Oleh karena itu, kata Lutfi, melalui aksi ini pihaknya ingin mengetuk hati nurani para rakyat dan pejabat Indonesia, agar berpikir bahwa kedatangan Obama tidak akan membawa dampak besar bagi Indonesia.

Dalam aksinya, massa HTI membawa ratusan spanduk dan poster berwarna hitam bertuliskan ‘Tolak Barack Obama’. Selain itu, massa juga membagikan beberapa selebaran yang berisi alasan mengapa HTI menolak kedatangan Barack Obama.

Uniknya, dalam aksi unjuk rasa ini, para demonstran membawa serta anak-anak mereka yang masih di bawah umur. (mediaindonesia.com, 11/11/2011)

Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama


Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama

Syafii Antonio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW.  “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” kata pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio.

Menurutnya, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. “Beliau membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manajer, dan kemudian menjadi investor,” ujarnya.

Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, katanya, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses.

Sebagai pengusaha dan pemimpin, Rasulullah mempunyai sumber income yang sangat banyak. Namun Rasul  sangat ringan tangan memberi bantuan. “Beliau sangat tidak sabar melihat ada umat yang menderita dan tidak ridha melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya,” kata Syafii.

Itu sebabnya, kata Syafii, Rasulullah selalu berinfak dengan kecepatan yang luar biasa, yang digambarkan para sahabatnya sebagai “seperti hembusan angin”. “Ia menyedekahkan begitu banyak hartanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya,” ujarnya.

Kepemimpinan dan manajemen ala Rasulullah ini akan dibedahnya dalam Eksiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager yang akan diluncurkan besok. Dalam buku itu, Syafii  merangkai dan menuangkan ketauladanan nabi Muhammad SAW dalam satu set ensiklopedia yang terdiri dari delapan buku.

Menurut Doktor Banking Micro Finance dari University of Melbourne itu, dalam diri Rasulullah banyak hikmah yang bisa dipetik mengangkut soal manajemen dan kepemimpinan. Sayangnya, sangat terbatas literatur yang menggali dimensi leadership dan manajemen dengan kaca mata analisa tematis dan modern. “Dalam arti dipandang dari sudut ilmu manajemen modern dan suasana modern,” kata pimpinan Tazkia Group itu.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/01/28/161314-bisnis-ala-rasulullah-saw-uang-bukan-modal-utama

Ups.. Ada Jejak Syariah di Bank Yahudi


Ups.. Ada Jejak Syariah di Bank Yahudi

Devon Bank

REPUBLIKA.CO.ID, sebuah bank komunitas yahudi mengejutkan masyarakat Amerika Serikat. Devon Bank, begitu nama bank tersebut, secara gamblang menyediakan produk perbankan bernasis syariah. Sesuatu yang tak lazim di negara tersebut.

Menurut David Loudly, Kepala Pembiayaan Berbasis Agama Devon Bank, bukanlah hal yang mudah untuk memutuskan langkah ini. Bahkan, ketika sejumlah imigran Arab datang untuk meminta bantuan keuangan untuk usaha tanpa riba, bank ini sempat menolak mentah-mentah.

”Kami katakan tidak,” katanya seperti dikutip dalam Business Week pada akhir Januari lalu.

Namun, menurutnya, dunia global terus berubah. Meski permintaan para imigran tersebut telah diakomodir sejumlah bang Islam seperti Bank Syariah Kuwait (UBK), permintaan terus muncul terus menerus. Hal tersebut membuat bank yang sudah berdiri 65 tahun ini akhirnya luluh. Tepat di tahun 2003, bank ini meluncurkan produk pembiayaan dengan asas syariah.

”Kami menganggap ini menjadi kebutuhan masyarakat. Mereka minta tolong dan kami wajib membantu,” ujarnya. ”Ini misi untuk melayani masyarakat,”.

Ia mengaku, banyak tantangan yang Devon Bank hadapi ketika unit syariah bank ini berdiri. Dari internal, di masa awal, setiap harinya Devon Bank harus mengucurkan dana 1 juta dollar untuk likuiditas tiap harinya.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/bisnis-syariah/berita/11/02/03/162144-ups-ada-jejak-syariah-di-bank-yahudi

%d bloggers like this: