Category Archives: Luar Negeri

Soal Jawab : Apa yang Membuat Amerika Berbalik Menentang Mursi?


Apa yang Membuat Amerika Berbalik Menentang Mursi?

Pertanyaan:

Amerika terus saja ragu-ragu dalam mensifati apa yang terjadi di Mesir dengan kudeta. Akan tetapi Amerika mendorong peta jalan yang diumumkan oleh pemerintah interim (pemerintah sementara) yang baru. Juru bicara departemen luar negeri Amerika mengatakan: “Perancangan peta jalan (road map) oleh pemerintahan interim untuk tahapan ke depan merupakan perkara yang didorong” (seperti yang dikutip oleh Aljazeera.net, 11/7/2013). Jane Psaki, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, pada 12 Juli 2013 menyatakan, pemerintahan presiden Muhammad Mursi “tidak demokratis”, seperti yang tercantum dalam (al-yawm as-sâbi’ al-Mishriyah). Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, menyatakan kepada para wartawan kemarin tanggal 11/7/2013, seperti dikutip al-Jazeera.net: “Kami menilai bagaimana kebijakan kekuasaan dan bagaimana berinteraksi dengan situasi sekarang” dalam suatu isyarat terhadap apa yang diumumkan oleh menteri pertahanan dan panglima militer di Mesir, Abdul Fattah as-Sisi, pada 3/7/2013 tentang pencopotan Muhamamd Mursi dan penunjukan Adly Mansour, Ketua Mahkamah Konstitusi, sebagai presiden interim … Lalu apa yang membuat Amerika berbalik menentang Mursi, padahal Amerika dahulu telah mendukung Mursi sejak awal pemerintahannya? Kenapa Amerika tidak menyebut apa yang terjadi itu sebagai Kudeta, dan terus saja “menilai” hingga hari ini! Dan apa yang bisa dihasilkan dari semua itu?

 

Jawaban:

Sesungguhnya jawaban pertanyaan itu akan jelas dengan memaparkan point-point berikut:

  1. Ketika berlangsung pemilu presiden tahun lalu pada putaran pertama 23-24 Mei 2012, Mursi belum bisa menang dan suara terdistribusi pada sejumlah calon. Setelah dilangsungkan putaran kedua pada 16-17 Juni 2012, diumumkanlah kemenangan Mursi dengan mendapat suara 51,73 %, sekitar 13 juta suara, berbanding dengan Ahmad Shafiq yang mendapat 48,27% atau sekitar 12 juta suara. Itu artinya ada hampir separo pemberi suara tidak menginginkan Mursi sebagai presiden dan mereka lebih mengutamakan salah seorang tokoh rezim sebelumnya yang memberontak kepada rezim. Penting disebutkan bahwa pengumuman hasil pemilu presiden mengalami keterlambatan. Hal itu menunjukkan adanya sesuatu di belakang koalisi, lalu diputuskanlah kemenangan untuk Mursi atas Ahmad Shafiq, setelah Muhammad Mursi memberikan penegasan-penegasan kepada Amerika bahwa ia akan berpegang dengan perjanjian-perjanjian dan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat oleh rezim sebelumnya, terutama perjanjian Camp David. Ini bagi Amerika merupakan masalah penting, yang ditunjukkan oleh pernyataan-pernyataan Amerika dahulu dan belakangan. Duta besar Amerika menyatakan kepada surat kabar ar-Ra’yu al-Kuwaitiyah yang dipublikasikan pada 30/11/2012: “Amerika Serikat berpegang kepada perjanjian damai antara Mesir dan Israel dan menganggapnya sebagai hal penting untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan dan kemakmuran di posisi pertama untuk rakyat Mesir dan Israel. Sebagaimana kami menganggap perjanjian ini merupakan asas adanya rekayasa perdamaian dan stabilitas di kawasan seluruhnya dan tentu saja kami senang bahwa pemerintah Mesir mengungkapkan berulang kali bahwa akan menghormati semua komitmen Mesir secara internasional”. Ia menambahkan: “Kami mendorong Mesir dan Israel untuk melanjutkan diskusi secara langsung seputar situasi keamanan di Sinai dan isu-isu lainnya yang menjadi perhatian bersama. Kami menegaskan bahwa keamanan di Sinai merupakan hal paling penting sebelum yang lainnya”. Dalam hal ini ada penunjukkan bahwa kampanye rezim Mesir sejak berbulan-bulan lalu melawan gerakan-gerakan bersenjata yang mengatakan berjihad melawan musuh itu yang berada di belakangnya, yakni di belakang kampanye itu, adalah Amerika dan entitas Yahudi
  2. Karena itu, Amerika mendukung dan bekerja untuk menjaga Mursi di atas kursinya. Diantara yang pertama direalisasikan untuk kepentingan Amerika dan keamanan Yahudi adalah apa yang dia lakukan untuk merealisasi gencatan senjata antara entitas Yahudi dan pemerintahan Hamas di Gaza. Gencatan senjata itu benar-benar terjadi sampai pada tingkat Hamas menempatkan beberapa unsurnya di pemisah antara Gaza dan entitas Yahudi untuk menghalangi pelanggaran atau penembakan ke arah Yahudi! Waktu itu Amerika memuji apa yang dilakukan Mursi dan implementasi politiknya berkaitan dengan masalah Gaza… Demikian juga Amerika mendukung Mursi pada insiden resolusi konstitusional berkaitan dengan perlindungannya dari peradilan. Pada saat itu juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Victoria Nuland membela presiden Mesir dengan mengatakan: “Presiden masuk dalam diskusi dengan kekuasaan yudikatif dan para pemangku kepentingan lainnya dan saya yakin hingga sekarang kita tidak tahu apa yang akan dihasilkan dari hal itu, akan tetapi sikapnya pada situasi di sini betul-betul jauh dari sikap orang yang memaksakan pendapatnya dan mengatakan jalanku atau tidak sedikit pun” (kantor berita ash-Sharq al-Awsath, 27/11/2012). Artinya Nuland menafikan perkataan-perkataan para pemrotes yang mensifati presiden Mursi sebagai diktator atau Fir’aun Mesir baru dan Nuland membela Mursi dan keputusan-keputusan yang dibuatnya … Amerika juga mendukung Mursi dalam memutuskan kepemimpinan di negeri. Ia mencopot beberapa komandan militer, terutama menteri pertahanan dan panglima militer, Husain Thanthawi dan kepala staf Sami Annan, di mana Mursi mengeluarkan resolusi konstitusional berkaitan dengan hal itu. Keputusan itu tidak mendapatkan penentangan yang besar … Kemudian Amerika juga mendukung Mursi dalam masalah konstitusi. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland, menyebutkan bahwa “Mrs Clinton dalam kunjungannya ke Kaero dan bertemu presiden Mursi, ia berbicara tentang pentingnya dikeluarkan konstitusi yang melindungi seluruh hak orang Mesir” (Ash-Sharq al-Awsath, 27/11/2012). Pengaruh politik Amerika jelas terhadap pemerintah Mursi dan oposisinya … Begitulah, berlangsung persetujuan konstitusi dengan persetujuan Amerika. Dan itu adalah naskah “revisi” dari konstitusi 1971 milik rezim sebelumnya setelah dilakukan referendum yang diikuti oleh 32,9%, yaitu sepertiga orang yang memiliki hak suara, dan diboikot oleh dua pertiga lainnya. Hasil referendum itu, konstitusi disetujui dengan mendapat 63,8% dari sepertiga pemilik suara yang berpartisipasi! Jadi mayoritas masyarakat tidak rela dengan konstitusi tersebut dan tidak pula rela terhadap presiden Mursi dan berbagai keputusannya.
  3. Amerika telah berusaha menenangkan situasi dan meyakinkan masyarakat tentang presiden, berbagai keputusannya, dan konstitusi, sehingga ada stabilitas dalam pemerintahan Mesir yang bisa menjaga kelangsungan negeri di tangan Amerika pasca revolusi. Meski demikian ternyata tidak terwujud stabilitas yang didengungkan oleh Mursi dan Ikhwan Muslimin sebagai partainya presiden dan partai terbesar yang terorganisir sejak pembubaran Partai Nasional. Dahulu diperkirakan mereka bisa bekerja menstabilkan situasi seperti yang dilakukan Partai Nasional bersama presiden terguling (Hosni Mobarak) selama 30 tahun. Amerika mementingkan agar Mesir menjadi pusat stabilitas bagi pengaruh Amerika. Stabilitas yang dimaksudkan di sini bukan demi orang Mesir akan tetapi agar Amerika bisa menjadikan Mesir sebagai titik tolak yang aman bagi pengaruhnya dan rencana-rencananya. Hanya saja masalahnya berjalan tanpa adanya stabilitas … Hal yang memperburuk situasi adalah kebingungan kepresidenan dalam masalah pengambilan keputusan-keputusan dan berikutnya terjadi penarikan diri dari keputusan-keputusan akibat di bawah tekanan. Demikian juga presiden mengambil keputusan-keputusan sendiri tanpa bermusyawarah dengan orang-orang yang berkoalisi dengannya dan tanpa berupaya untuk meyakinkan mereka. Juga tanpa melakukan upaya meraba denyut jalanan dan penyiapan opini umum sebelum mengambil suatu keputusan. Dan aksi-aksi kekacauan dan upaya melakukan revolusi terhadap presiden selama satu tahun pemerintahannya terus terjadi.

Kemudian masalah menjadi kacau dalam pidatonya yang panjang pada 26/6/2013. Dr. Mursi memperlihatkan diri berada dalam kondisi genting dan ia mengakui telah melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak ia tentukan apa kesalahan itu. Akan tetapi ia mengisyaratkan kepada deklarasi konstitusional pada 22/11/2012 yang memicu masyarakat menentangnya dan mereka berani menyerukan untuk menggulingkannya. Dalam pidato terakhirnya, pada 2/7/2013, Muhammad Mursi mengulangi ucapannya, bahwa ia melakukan kesalahan yang terjadi darinya tanpa sengaja untuk melakukan kelalaian dan bahwa ia siap untuk memperbaiki semua itu. Hal itu membisikkan bahwa dia menerima solusi jalan tengah apapun. Hal itu terjadi setelah ancaman militer kepadanya yang memberikan tenggat 48 jam. Maknanya adalah bahwa telah diputuskan masalah pelengserannya oleh militer dan pihak yang ada di belakang militer, yakni oleh Amerika. Perlu diketahui bahwa Mursi dahulu didukung oleh Amerika dalam mengambil keputusan-keputusan itu. Akan tetapi ketika tampak hasil-hasilnya berlawanan, maka Amerika meninggalkannya dan membiarkannya jatuh, bahkan berkonspirasi melawannya. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Amerika terhadap setiap anteknya yang tidak mengambil pelajaran!

  1. Begitulah, kita menyaksikan Amerika meninggalkan Mursi dan mengecamnya atas keputusan-keputusannya. Kanal televisi CNN Amerika pada 2/7/2013 mengutip pejabat senior di pemerintah Amerika yang mengatakan bahwa “Duta Besar Amerika untuk Mesir, Anne Patterson, dan pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa tuntutan yang diserukan orang-orang Mesir dalam protes-protesnya dalam batas yang besar bersesuaian dengan reformasi-reformasi yang dituntut Washington dan sekutunya sejak beberapa minggu lalu.” Hal itu ditegaskan oleh keterangan Gedung Putih pada 2/7/2013 yang dikutip oleh Reuters: “Presiden Obama mendorong presiden Mursi agar mengambil langkah-langkah untuk menjelaskan bawa ia memenuhi tuntutan-tuntutan para demontsran”. Obama menegaskan bahwa “Krisis sekarang hanya bisa diselesaikan melalui aktifitas politik”. Itu artinya Amerika meninggalkan Mursi dan mencari aktifitas politik baru. Di dalam keterangan itu tidak dinyatakan bahwa Obama mendukung presiden Mesir terpilih akan tetapi menuntutnya untuk memenuhi tuntutan-tuntutan demonstran yang menuntut lengsernya presiden! Ketika terjadi kudeta, diumumkan adanya pertemuan presiden Amerika, Obama, dengan penasehat seniornya di Gedung Putih terkait apa yang terjadi di Mesir. Setelah itu Obama mengatakan: “Angkatan bersenjata Mesir harus bergerak cepat dan secara bertanggungjawab untuk mengembalikan kekuasaan secara penuh kepada pemerintahan sipil secepat mungkin” (Reuters, 3/7/2013). Obama tidak mengecam kudeta, bahkan ia tidak menyebutnya kudeta militer. Ia juga tidak menuntut kembalinya Mursi setelah dilengserkan dan tidak menentang vonis yang dikeluarkan atas perdana menteri Mursi berupa vonis penjara satu tahun dan dicopot dari jabatannya? Akan tetapi ia menuntut agar kekuasaan dikembalikan kepada pemerintahan sipil, yakni pemerintahan lain, bukan pemerintahan yang ada sekarang. Hal itu menunjukkan bahwa Amerika setuju terhadap kudeta dan pelengseran Mursi beserta pemerintahannya. Bahkan pemerintah Amerika secara gamblang mengatakan: “Mursi tidak mendengar suara-suara rakyat atau memenuhinya” (Reuters, 3/7/2013). Hal itu sama persis dengan yang dikatakan oleh panglima militer Mesir bahwa “Presiden Muhammad Mursi tidak memenuhi tuntutan rakyat”. Sudah diketahui bawa komando militer Mesir taat di tangan Amerika. Mayoritas bantuan Amerika yang mencapai sekitar 1,5 miliar dolar pertahun diberikan kepada militer.
  2. Mursi dan Ikhawan al-Muslimin tidak memahami masalah-masalah ini. Akan tetapi Dr. Mursi menganggap mendapat dukungan Amerika setelah dia setuju mengikuti politik Amerika dan menjaga kepentingan-kepentingan Amerika dan berbagai perjanjian yang dibuat oleh rezim republik Mesir, khususnya perjanjian Camp David. Maka Mursi mencopot komando militer lama dan menggantinya dengan yang lain di militer dan menjadikan mereka setuju dengan Mursi. Maka dia berimajinasi bahwa Amerika tidak akan meninggalkannya. Dia yakin Amerika ingin mengantarkan mereka yang disebut islamis moderat atau orang-orang jalan tengah ke tampuk pemerintahan dan terus mendukungnya seperti yang terjadi di Turki. Dia tidak paham bahwa Amerika bisa saja meninggalkan agennya yang manapun jika telah usang atau habis perannya; dan jika agennya itu tidak bisa merealiasi stabilitas rezim pemerintahan di negerinya. Amerika bisa saja mendatangkan orang lain untuk menjaga pengaruhnya seperti yang terjadi pada pendahulunya Hosni Mobarak yang dahulu merupakan orang yang paling dipercaya Amerika dan dia telah menyiapkan anaknya Gamal untuk menjadi pewarisnya. Ketika gerakan rakyat mengejutkan Amerika dan Amerika mendapati Mobarak sangat lemah untuk bisa menyelesaikan gerakan-gerakan itu dan mengembalikan stabilitas agar Mesir menjadi habitat yang pas untuk kelangsungan realisasi kepentingan-kepentingan Amerika; Amerika pun mencampakkan Mobarak, mendompleng gerakan rakyat dan mendatangkan Mursi … Hal yang sama kembali terulang terhadap Mursi. Ketika Amerika mendapati Mursi tidak mampu merealisasi stabilitas untuk kelangsungan kepentingan-kepentingan Amerika tetap aman dan pengaruhnya terus berlanjut tanpa ada kekacauan, maka Amerika mencampakkan Mursi… Hal itu bukan terjadi sesaat, akan tetapi sudah tampak sejak beberapa waktu. Situs “Harakah Mishra al-Madaniyah” yang merupakan laman sekuler, dua bulan lalu pada 22/4/2013, telah mengutip di bawah judul syarat-syarat Amerika untuk menyetujui intervensi militer dalam bentuk yang tidak tampak sebagai kudeta militer! Situs itu menyebutkan bahwa “Seseorang yang hingga sekarang tidak disebutkan namanya, telah mengunjungi Amerika Serikat beberapa hari lalu dan kembali setelah melakukan berbagai pertemuan dan kunjungan luas dengan para pengambil kebijakan di pemerintah Amerika Serikat, Pentagon dan Keamanan Nasional; di mana di dalamnya didiskusikan sikap Amerika terhadap pemerintahan Ikhwan”. Situs tersebut menyebutkan bahwa John Kerry yang menghadiri pertemuan itu membicarakan peran penting militer Mesir dalam mengontrol kejadian detik-detik turunnya rakyat ke Tahrir Square dan kembali tanpa meletus perang sipil di antara berbagai kelompok. Kemudian Kerry menambahkan: “bahwa dia terkejut dengan lemahnya kemampuan Ikhwan. Pembicaraannya kacau dan tidak memberi faedah apapun. Ia menegaskan bahwa ia percaya, pada waktu yang tepat milter akan melakukan perannya. Orang tersebut menyebutkan: bahwa pembicaraan berlangsung seputar pengganti dari pemerintahan Ikhwan dan posisi militer terhadap pengaturan urusan transisi mendatang. Situs itu mengutip salah seorang pengambil kebijakan di Pentagon yang juga anggota Institute Brookings Amerika yang ikut hadir dalam pertemuan itu mengatakan: “Sesungguhnya mereka sampai pada hingga seandainya Mursi yakin bahwa ia wajib lengser atau akan dilengserkan suka atau tidak, maka para pendukung Mursi tidak akan menerima. Di sini tiba peran orang-orang Mesir, sekali lagi bahwa mereka harus bergerak dalam jumlah besar untuk mendukung militer dan menampakkan tuntutan lengsernya Mursi”. Ucapan itu dilansir pada 22/4/2013, artinya dua bulan lebih sebelum terjadinya kudeta. Jelas dari situ bahwa Amerika telah mengatur kudeta sejak hari itu dan ingin memastikan perkara dalam bentuk itu. Kepastian akhir masalah itu terjadi pada 3 Juli 2013 dan Amerika tidak mau mensifatinya sebagai kudeta. Akan tetapi Amerika hanya mengeluarkan pernyataan remang-remang kemudian terderivasi di situ sampai pada bahwa Amerika “menilai” situasi dan terus “menilai”. Juga bahwa Mursi “tidak demokratis” dan perumusan peta jalan oleh pemerintahan interim merupakan “perkara yang didorong” seperti yang ada di dalam pertanyaan …
  3. Para pendukung presiden Mursi turun ke Tahrir Square untuk melakukan protes. Mereka terus melakukan demonstrasi dan makin meningkatkan kemasiffannya dan cakupannya serta merekrut masyarakat umum. Ini sudah cukup untuk mempermalukan administrasi militer dan Amerika, maka mereka memutuskan untuk menanggapi gerakan Ikhwan. Apalagi di tangan para pendukung Mursi ada data-data menguntungkan, yaitu bahwa presiden telah dipilih oleh rakyat, diakui oleh Mahkamah Konstitusi, lembaga-lembaga militer, dan lembaga-lembaga internasional; diakui Amerika dan seluruh negara. Di sisi lain presiden tidak melakukan hal-hal yang layak untuk dilengserkan menurut penilaian mereka… Sampai pada, keputusan melalui pemilu yang diakui bersih, akan tetapi dia digulingkan dengan kekuatan militer. Ini memberi mereka kekuatan dan legalitas dalam aksi-aksinya dan pihak-pihak lain pun berpihak kepada mereka. Mereka yang mendukung kudeta dan pencopotan presiden berada dalam situasi sulit dari aspek ini, di mana mereka menolak pemerintahan dan intervensi militer dan berkeras terhadap pemilu. Tetapi pada saat yang sama mereka mendukung perubahan melalui militer! Karena itu, Ikhwan al-Muslimin mampu menjatuhkan kudeta dan kembali ke pemerintahan atau minimal memiliki bagian besar dan berpengaruh dalam situasi baru, khsusnya jika mereka membangkitkan emosi … Adapun para pendukung presiden menerima dialog dan perundingan dan konsesi … maka mereka akan merugi dan menyesal ketika penyesalan itu sudah terlambat dan upaya mereka akan menjadi tersia-siakan dalam koridor politik dan ketidakpahaman atas jalannya politik!
  4. Kami tutup jawaban ini dengan hakikat faktual, yaitu bahwa siapa saja yang menyenangkan manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan menyerahkannya kepada manusia dan perkaranya akan kacau dan memperburuk hubungannya dengan manusia. Ini merupakan fenomena yang bisa diindera. Mursi dan Ikhwan telah berusaha menyenangkan Amerika dan menyetujui rencana-rencana Amerika dan menyetujui perjanjian Camp David yang menyia-nyiakan Palestina, melemahkan Sinai dan menyetujui entitas Yahudi pencaplok Palestina dan mengakui entitas Yahudi itu …Mursi meninggalkan banyak syiar-syiarnya. Ia mengumumkan persetujuannya terhadap sistem republik dan pemerintahan sekuler sipil demokratis. Dia bersumpah atas hal itu ketika dinobatkan sebagai presiden. Ia menjadikan Islam dan pemerintahan Islam di belakang punggungnya. Semua itu untuk menyenangkan Amerika agar ia tetap berada di kursi yang doyong. Maka pada akhrinya ia berhenti pada kerugian dunia dan akhirat, kecuali ia bertaubat dan memperbaiki perkaranya. Benarlah Rasulullah saw yang bersabda:

« مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَّلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مَؤْنَةَ النَّاسِ»

Siapa saja yang menyenangkan manusia dengan kemurkaan Allah maka Allah serahkan dia kepada manusia, dan siapa saja yang membuat marah manusia dengan keridhaan Allah maka Allah mencukupkannya dari bantuan manusia (HR at-Tirmidzi)

 

  1. Terakhir, kami mengingatkan bahwa kami telah menyampaikan nasehat kepada Dr Mursi sebanyak dua kali dalam dua leaflet kami: pertama pada 25 Juni 2012 dan kedua pada 13 Agustus 2012. Pada leaflet pertama kami katakan:

“ … nasehat tulus, karena Allah, kami sampaikan kepada presiden baru di Mesir: bertakwalah Anda kepada Allah dan kembali dari menyerukan negara sipil demokratis yang sekuler secara pemikiran, manhaj dan keinginan. Kembali kepada kebenaran itu banyak keutamannya. Hal itu supaya Anda tidak merugi dunia semuanya, setelah Anda merugi sebagian besarnya di mana Dewan Militer memangkas sayap-sayap Anda dan mengurangi wewenang Anda … dan supaya Anda tidak merugi Akhirat, dengan Anda menyenangkan Amerika dan Barat dengan pernyataan negara sipil demokratis, dan membuat murka Rabbnya Amerika dan Barat dengan duduk dari menegakkan khilafah dan menerapkan syariah Allah … Tidak diragukan bahwa Anda membawa hadits Rasulullah saw:

« مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَّلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مَؤْنَةَ النَّاسِ»

Siapa saja yang menyenangkan manusia dengan kemurkaan Allah maka Allah serahkan dia kepada manusia, dan siapa saja yang membuat marah manusia dengan keridhaan Allah maka Allah mencukupkannya dari bantuan manusia (HR at-Tirmidzi dan Abu Nu’aim di al-Hilyah dari Aisyah)

 

Sungguh ini adalah nasehat tulus karena Allah SWT. Kami tidak menginginkan dari Anda balasan dan terima kasih, kecuali pencegahan dari kesombongan kaum kafir dan antek-antek mereka dan semua musuh Islam, ketika mereka tertawa lebar sementara mereka mendengar bahwa rencana-rencananya pada negara sipil demokratis telah menjadi seruan kaum Muslimin, al-Ikhwan al-Muslimun, dan sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”

Dan di leaflet yang kedua kami katakan: “kami tutup keterangan ini dengan mengulangi nasehat kepada presiden Mesir, Muhammad Mursi, hingga meski ia tidak mengambil nasehat pertama kami … Kami tidak akan berputus asa memberikan nasehat kepada setiap muslim, khususnya jika ia memegang pemerintahan. Kami susul nasehat pertama kami dengan nasehat berikutnya seraya kami katakan: “sesungguhnya meski tangan-tangan Amerika terulur kepada panggung politik yang lama dan baru, namun memutusnya adalah mungkin dan mudah. Perbaikilah kesalahan dengan sekali saja menerima kebaikan, dari pada terus melanjutkan kesalahan yang diterima berkali-kali. Sungguh, tangan-tangan Amerika tidak bermanfaat untuk diberi kasih sayang dan kedekatan … akan tetap yang layak tangan-tangan itu diputus dan diamputasi. Jika tidak, maka penyelasan datang terlambat ketika kesempatan itu sudah lewat! Dan Kinanah Allah di bumi-Nya adalah memiliki kekuatan. Pendahulunya dalam hal itu sangat terkenal dan banyak. Siapa yang benar-benar bersama Allah maka ia pasti menang. Peringatan Zat yang Maha Bijaksana mengatakan itu. Presiden Mesir telah mengulang-ulang dalam pidato terakhirnya:

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (TQS Yusuf [12]: 21)

 

Benar, Maha Benar Allah.

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا

Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah? (TQS an-Nisa’ [4]: 87)

 

Ingatlah, bukankah kami telah menyampaikan. Ya Allah saksikanlah … Ingatlah, bukankah kami telah menyampaikan. Ya Allah saksikanlah … Ingatlah, bukankah kami telah menyampaikan. Ya Allah saksikanlah … . Selesai.

 

03 Ramadhan 1434

12 Juli 2013

Sumber : http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_27237

Advertisements

Pemerintah Sri Langka Dukung Gerakan Anti Islam


Washingtonpost.com (9/4), melaporkan meningkatnya pidato penuh kebencian dan serangan terhadap kaum Muslim di negara pulau itu dan memperingatkan bahwa sentimen tersebut jangan dibiarkan terus memburuk.
Pidato penuh kebendian, fitnah dan bahkan serangan terhadap perusahaan-perusahaan milik kaum Muslim dan tempat ibadah mereka oleh kelompok nasionalis Sinhala-Budha telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, dan kelambanan pemerintah dan polisi telah mendorong tuduhan bahwa pemerintah mendukung gerakan itu, suatu hal yang mereka sangkal.

Sebuah resolusi yang disponsori AS di Sri Lanka pada Dewan HAM PBB bulan lalu juga menyatakan keprihatinannya atas diskriminasi agama.

Kelompok-kelompok yang dipimpin oleh para biksu Budha telah menyebarkan tuduhan bahwa umat Islam mendominasi bisnis dan mencoba mengambil alih negara dengan meningkatnya tingkat kelahiran mereka dan secara diam-diam mensterilkan penduduk Sinhala-Budha. Kaum Muslim merupakan 9 % populasi Sri Lanka, sementara kaum Sinhala-Budha hampir merupakan 75 % dari 20 juta penduduk negara itu.

Sebuah kelompok relawan Muslim yang tidak ingin disebut namanya karena takut akan tindakan pembalasan telah mendokumentasikan 33 kejadian sejak tahun 2011 termasuk serangan terhadap tempat-tempat ibadah.

Sison juga menyatakan keprihatinannya atas ancaman lanjutan dan serangan terhadap media lokal pada hampir empat tahun setelah berakhirnya perang saudara dan ketidakmampuan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai peristiwa pembunuhan, penculikan dan penyerangan terhadap para wartawan.

“Saya tahu bahwa ruangan ini penuh dengan wartawan yang sadar bahwa serangan terhadap media terus terjadi sampai hari ini, dan bahwa pelakunya jarang ditangkap. Atau, jika ditangkap, mereka hampir tidak pernah dihukum,” katanya.

Menurut Amnesti Internasional, sedikitnya 14 wartawan dan staf media telah dibunuh oleh yang dicurigai sebagai paramiliter pemerintah dan para pemberontak sejak awal tahun 2006. Yang lainnya telah ditahan, disiksa atau telah hilang sementara 20 wartawan lainnya telah meninggalkan negara itu karena diancam untuk dibunuh, katanya.

Perang saudara yang dilancarkan oleh pemberontak Macan Tamil untuk menciptakan sebuah negara merdeka berakhir pada tahun 2009 setelah pasukan pemerintah mengalahkan kelompok pemberontak itu.

Pekan lalu, sekelompok pria bertopeng bersenjatakan pentungan menyerang para pekerja kantor surat kabar Uthayan di bekas zona perang di negara itu. Surat kabar yang mendukung pemerintahan otonom bagi etnis minoritas Tamil sering menjadi sasaran serangan selama perang saudara itu. (rz)

Bentrokan Antara Rohingya-Budha di Indonesia Disebabkan Pemerkosaan Terhadap Tiga Wanita Muslim


Suasana Rumah detensi Imigrasi Medan setelah terjadi bentrok antara warga Rohingya dan Myanmar (foto: Kompas)

Seperti diberitakan http://www.ibtimes.co.uk, suatu kerusuhan antara nelayan Myanmar dan Muslim Rohingya pecah di sebuah pusat penahanan di Sumatera, Indonesia, yang dipicu oleh pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap tiga wanita Muslim Rohingya, menurut sebuah penyelidikan baru oleh polisi.

Kekerasan itu meletus di pusat Penahanan Belawan di Sumatera Utara di mana 117 pengungsi Muslim Rohingya dan 11 orang Buddha dituduh melakukan penangkapan ikan secara illegal sehinga ditahan di tempat yang sama. Kerusuhan itu menyebabkan 8 orang Budha tewas dan 15 Muslim Rohingya terluka.

Kejadian itu awalnya disebabkan oleh perselisihan antara seorang ulama Rohingya dengan seorang nelayan Budha Myanmar mengenai kekerasan sektarian yang terjadi di Myanmar tengah.

Namun, suatu laporan polisi mengatakan perkelahian itu pecah ketika Muslim Rohingya mengeluh kepada petugas di pusat penahanan itu bahwa para nelayan Budha telah memperkosa dan melecehkan tiga wanita Rohingya.

Reuters melaporkan bahwa seorang wanita diperkosa pada tanggal 31 Maret oleh tiga nelayan Myanmar. Seorang wanita lain, yang telah selesai mandi pada tanggal 3 April dilecehkan oleh dua nelayan dan seorang wanita usia 20 tahun, yang sedang mengeringkan pakaiannya diperkosa oleh sejumlah penyerang.

Meskipun ada laporan langsung oleh seorang pemimpin Rohingya, para pelaku hanya “ditegur dan ditampar “.

Sekelompok orang Buddha sebanyak 8 orang kemudian membalas melakukan serangan terhadap Rohingya, sehingga memicu perkelahian.

Kedua belah pihak menggunakan tongkat kayu, pisau dan besi untuk menyerang satu sama lain. Polisi berhasil memadamkan kekerasan setelah tiga jam.

Warga Rohingya pencari suaka telah mengambil resiko dengan melakukan perjalanan sepanjang 2.000 km lewat laut dengan menyeberang ke Indonesia untuk menghindari gelombang kekerasan sektarian di negara bagian Rakhine, Myanmar Barat. Ratusan orang tewas dan lebih dari 100.000 orang telah mengungsi dalam bentrokan antara etnis Rakhine dan Muslim Rohingya .

Pada bulan Maret, beberapa kelompok umat Buddha, yang dipimpin para biksu, menyerang warga Muslim setelah bertengkar di sebuah toko emas milik Muslim. Setidaknya 40 orang tewas dalam kekerasan dan 12.000 orang mengungsi.

Seperti diungkapkan oleh IBTimes, bentrokan anti-Muslim mungkin telah dipicu oleh komentar seorang biksu kontroversial yang telah memimpin banyak kampanye dengan pidato kebencian yang menyerang Muslim.

Saydaw Wirathu, nama biksu itu,  menyerukan dalam sebuah video yang muncul di YouTube untuk memboikot bisnis nasional Muslim di Myanmar.  (rz)

Dua Tahun Revolusi Suriah


Dua tahun yang lalu, pada maret 2011, sejumlah pemuda yang berusia dibawah 15 tahun ditangkap di Dar’aa, Suriah. Pasalnya, mereka dengan berani menulis di dinding kota : “Rakyat ingin menggulingkan rezim”. Setelah itu, perlawanan pun meletus di Dar’aa. Pergolakan Arab, telah mengalir dari Tunisia, Mesir, Libya, dan selanjutnya Suriah.

Melanjutkan warisan kebuasan bapaknya, Bashar Asad menutup telinga, mata, dan hatinya dari tuntutan perubahan rakyatnya. Asad membantai rakyatnya sendiri. Seperti bapaknya, Asad menerapkan politik bumi hangus, “al-Asad au nahriqu al-bilad” (mendukung Asad atau kami bumihanguskan negeri ini) .

Beberapa kota yang menjadi pusat perlawanan dihentikan pasokan listrik, air dan makanannya. Rakyat pun hidup dalam kesulitan yang sangat.  Wilayah-wilayah perlawanan dibombardir termasuk dengan menembakkan misil. Lebih dari 70 ribu orang telah terbunuh, lebih dari 1 juta hidup di luar Suriah, di kamp pengungsian yang kondisinya menyedihkan.

Asad mengira, kekejamannya akan menghentikan perlawanan rakyat Suriah. Ternyata tidak. Perlawanan semakin membesar, terjadi di mana-mana. Rakyat Suriah pun memutuskan mengangkat senjata untuk menumbangkan rezim bengis ini. Mereka ingin menghentikan kebrutalan Asad dan begundal-begundal Shabihah yang menyiksa, membunuh, dan memperkosa secara keji Muslimah-Muslimah Suriah.

Rakyat Suriah yang mewarisi keberanian, keteguhan, dan kesabaran pahlawan-pahlawan Islam seperti Khalid bin Walid yang dikubur di tanah as Syam, melakukan perlawanan yang luar biasa. Para mujahidin Suriah, terinspirasidengan kata-kata mulia pahlawan Islam Khalid bin Walid  sebagaimana yang terdapat dalam kitab al Ishabah karya al Asqalani,  yang dipatri pusat Kota Homs“Aku mencari kematian, dengan kemungkinan itu bisa didapat, tetapi aku belum ditakdirkan, kecuali mati di atas tempat tidurku. Tidak ada satu perbuatan yang paling aku harapkan, setelah kalimah lailaha illa-llah, ketimbang suatu malam di mana aku bermalam dengan memakai perisai, di bawah cahaya bulan di langit dan guyuran hujan hingga Subuh, sampai kami menyerang [dan mengalahkan] kaum kafir.”

Asad pun saat ini menjelang ajal, kekuasaannya di ujung tanduk.  Sejak Revolusi Islam meletus 2 tahun lalu, dan kini memasuki tahun ke-3, para pejuang Islam di sana telah meraih kemenangan demi kemenangan. Beberapa pekan lalu, mereka telah sampai di istana Bashar, dan berhasil menduduki istana di Raif Damaskus. Sebelumnya, pangkalan militer dan gudang alutsista juga berhasil dikuasai oleh para pejuang Islam ini. Hingga kini, hampir 90 persen wilayah Suriah telah mereka kuasai. Bashar pun sudah sangat-sangat terjepit, andai bukan karena ditopang oleh Amerika, Rusia dan Cina yang terus-menerus mendukungnya, niscaya kekuasaannya sudah tidak lagi tersisa.

Kondisi ini diakui oleh Direktur Intelijen Nasional James Clapper di hadapan Komite Intelijen Senat  Amerika (12/3). Sebagaimana yang dilansir Worldtribune.com (12/3), Clapper menyatakan pihak oposisi semakin meraih kemenangan dan merebut semakin banyak wilayah, sementara rezim Asad semakin mengalami kekurangan dukungan sumberdaya manusia dan logistik. Menurutnya, rejim Asad tidak akan bisa menghentikan kemenangan pasukan perlawanan dengan cara-cara konvensional.

Berbeda dengan pergolakan di wilayah lain, di Suriah Amerika Serikat kesulitan untuk mencari pengganti Asad yang bisa dikontrol oleh Barat. Pada awalnya AS membentuk Dewan Nasional Suriah (SNC), namun tidak mendapatkan hati di masyarakat. Mereka pun membentuk boneka baru The Syrian National Coalition (Koliasi Nasional Suriah) di bawah pimpinan Muadz al Khatib. Hingga saat ini tidak mendapatkan dukungan penuh dari rakyat.

Tidak hanya itu, rakyat Suriah pun menolak tawaran demokrasi Amerika, meskipun dengan embel-embel istilah negara madani yang menyesatkan. Para mujahidin bersama rakyat lebih memilih Khilafah Islam sebagai solusi untuk masa depan Suriah. Khilafah yang tidak hanya menumbangkan rezim Asad tapi juga akan menyatukan negeri-negeri Islam di seluruh dunia. Khilafah yang akan melebur batas-batas negara bangsa yang selama ini telah mengkotak-kotak dan memperlemah dunia Islam.

Sesuatu yang sangat ditakuti oleh Barat. Seperti yang dikatakan oleh politisi senior dan berpangaruh Amerika Henry Kissinger. Menurutnya, yang mendorong Amerika tetap mendukung Asad adalah ketakutan akan adanya sebuah negara yang tersentralisasi yang akan menarik daerah sekitarnya. Senada dengan itu, Menlu Rusia Sergei Labrov juga menyatakan hal yang sama. Ia menegaskan kalau konfrontasi Suriah melebar, negara tetangga Suriah seperti Yordania dan Libanon akan hilang dari peta dunia.

Kita percaya rakyat Suriah tetap akan berpegang teguh dengan tujuan mereka untuk menegakkan Khilafah, apapun tantangannya. Sebagaimana sumpah yang telah dinyatakan oleh para mujahidin ketika mendukung tegaknya Khilafah di depan delegasi politik Hizbut Tahrir.

Penduduk Syam insya Allah sedang menjalani apa yang terdapat dalam hadits Rasulullah, menjadikan Syam sebagai buminya para suhada. Rasulullah  SAW bersabda: “Allah benar-benar membangkitkan 70.000 orang (syuhada’ dan shalihin) dari sebuah kota di Syam, yang disebut Homs, mereka tidak dihisab dan tidak diadzab. Tempat kebangkitan mereka antara Zait dan Hait di al-Barats (wilayah dekat Homs).”

Kita juga yakin mereka ingin mengembalikan as Syam termasuk Suriah sebagai ibukota dari Khilafah. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW : Pangkal dan tempat Darul Islam (Khilafah) adalah Syam (Suriah, Libanon, Yordania dan Palestina) – HR at-Thabrani dengan rijal yang terpercaya. Allahu Akbar (Farid Wadjdi).

Kembali Muslim Rohingya Dibantai ,122 Tewas Dalam Seminggu


HTI-Press. Sedikitnya telah menewaskan 122 orang dalam bentrokan yang terjadi pekan ini antara kaum Budha dan Muslim Rohingya di wilayah barat Burma.

Juru bicara pemerintah negara bagian Rakhine, Wen Mayang mengtakan—seperti dikutip kantor berita AFP—bahwa “Hingga pagi ini telah menewaskan 51 pria dan 61 wanita.” Ia menambahkan bahwa “Lebih dari 70 orang juga terluka, dan membakar sekitar 2.000 rumah.”

Negara bagian Rakhine, yang berada di wilayah barat Burma menjadi saksi atas berbagai aksi kekerasan dengan sasaran minoritas Muslim. Dan sejauh ini, ratusan nyawa melayang. Bahkan beberapa organisasi internasional telah mengakui terjadinya aksi kekerasan itu, namun pemerintah Burma mengabaikannya.

Dalam sepekan ini, bentrokan pecah di beberapa wilayah negara bagian Rakhine, termasuk di desa-desa yang sulit dijangkaunya.

Akibat aksi kekerasan ini, lebih dari 75 ribu orang mengungsi dari Rohingya. Sehingga ada pergerakan ribuan pengungsi menuju kamp-kamp pengungsi di sekitar kota Sittwe, ibukota negara bagian Rakhine yang sebelumnya sudah penuh sesak, dan di mana pengungsi kekurangan makanan dan perawatan kesehatan.

PBB mengatakan bahwa minoritas Muslim Rohingya adalah minoritas yang paling rentan terhadap penganiayaan di dunia .  Pembantaian seperti ini berulang karena ketiadaan Khilafah yang melindungi umat dan diperparah oleh penguasa negeri Islam yang tidak peduli kepada nasib umat Islam (AF).

sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2012/10/27/kembli-muslim-rohinya-dibantai-122-tewas-dalam-seminggu/

%d bloggers like this: