Washington Tidak Tahu Bagaimana Cara Melatih Tentara Sekutunya

tentara irak dilatih tentara ASBeberapa hari yang lalu sejumlah situs berita mempublikasikan sebuah artikel yang ditulis oleh mantan asisten menteri pertahanan AS pada pemerintahan Reagan tentang kegagalan amerika dalam melatih pasukan lokal dari sekutunya, seperti dulu di Vietnam dan Afghanistan, dan baru-baru ini di Irak.

Artikel tersebut menunjukkan kegagalan amerika bahwa pasukan Afghanistan yang dilatih oleh amerika sampai sekarang tidak berhasrat menghadapi Taliban, bahkan seribu pasukan organisasi negara (isis) telah mengalahkan tiga puluh ribu tentara Irak, padahal amerika telah menghasilkan 500 ribu tentara yang terlatih dengan baik, dan telah menghabiskan dana 25 miliar dolar untuk melatih dan melengkapi mereka dengan berbagai perlengkapan.

*** *** ***

Pertama, bukan hal yang aneh bahwa amerika gagal dalam melatih pasukan dari sekutu-sekutunya, sebab Allah SWT Yang Maha Mengetahui berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.” (TQS. Al-Anfāl [8] : 36).

Kedua, kekuatan militer apapun tidak terbentuk oleh jumlah dan perlengkapan, namun terbentuk oleh kekuatan spiritual yang mendorongnya untuk berperang dan berkorban. Uni Soviet telah runtuh, sementara ia memiliki persenjataan militer besar. Prajurit entitas Yahudi dilengkai senjata mulai dari atas kepala sampai ujung kaki, namun demikian mereka takut dengan batu yang ada di tangan anakanak yang beriman kepada Allah SWT. tentara amerika berpikir bahwa mereka sedang bertamasya ke Irak dan rakyat Irak akan menyambutnya dengan bunga karena telah menyelamatkan mereka dari Saddam, namun faktanya tidak demikian, bahkan sampai-sampai tentara amerika di Irak memakai popok karena mereka takut meninggalkan tank-tank mereka, apalagi tidak sedikit dari mereka yang pulang kembali kepada keluarganya dengan menderita trauma psikologis.

Ketiga, tentara kita tidak akan pernah bangkit dengan serius dalam kekuasaan musuh-musuh kita (kaum kafir Barat penjajah), atau dalam kekuasaan para anteknya (para penguasa pengecut dan pengkhianat) yang membentuk kementerian pertahanan—namun mereka tidak membela dan tidak menyerang, hingga mereka ada dalam naungan islam, bahkan itu menjadi kekuatan spiritual, dan membentuk kepemimpinan yang tulus, ketika kita kembali seperti dulu sebagai tentara yang tak terkalahkan, insya Allah. [Ghassan al-Kiswani – Baital Maqdis]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 09/10/2015.

from Hizbut Tahrir Indonesia http://ift.tt/1OrXmMS
via IFTTT

Posted on October 10, 2015, in Hizbut Tahrir Indonesia and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: