Apakah Hukum Syariat Sudah Ketinggalan Zaman?

Wahyu Nugrohox

padang-apasirIslam memandang bahwa manusia, yang memiliki dorongan naluriah (instink) dan kebutuhan asasi, senantiasa menghadapi persoalan tentang bagaimana mereka memenuhi kedua dorongan tersebut. Nash-nash syara turun untuk kaum pria dan wanita sebagai individu manusia, bukan hanya mereka yang hidup pada abad ke-7 M di padang pasir Arabia. Nash-nash syara’ bukan hanya diturunkan untuk manusia yang hidup pada masa tertentu atau ditempat tertentu. Manusia yang hidup pada masa sekarang tidak berbeda dengan manusia yang hidup 1400 tahun yang lalu, dan tetap akan sama dengan manusia yang hidup 1400 tahun yang akan datang.[1]

Tidak ada keraguan bahwa dunia saat ini sama sekali berbeda dengan dunia pada masa kemunculan dan perkembangan Islam. Gaya hidup manusia masa kini tentu juga berbeda dengan gaya hidup manusia zaman dulu. Pada masa lalu manusia tinggal di rumah-rumah gubuk, sementara manusia modern hidup di gedung-gedung pencakar langit. Namun demikian, satu hal yang sama, kita memerlukan tempat tinggal dan atap…

View original post 406 more words

About Wahyu Nugroho

"Sesungguhnya tiada batasan untuk mencapai impian kecuali hukum syara'. Dan sungguh tiada penghalang untuk menggapai cita-cita kecuali kematian." (Shalahuddin Fatih)

Posted on September 13, 2015, in renungan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: