Ma’al Hadīts Syarīf: Pahala Besar Bagi Penyeru Tegaknya Agama Allah

Telah menceritakan kepada kami Bakr bin Zur’ah yang mengatakan: Aku mendengar Abu ‘Inabah Al- Khaulani, dan ia adalah sahabat yang mengalami shalat menghadap dua kiblat bersama Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:

«لَا يَزَالُ اللَّهُ يَغْرِسُ فِي هَذَا الدِّينِ غَرْسًا يَسْتَعْمِلُهُمْ فِي طَاعَتِهِ»

“Allah akan senantiasa menanam tanaman (pembaharu) dalam agama ini, yang akan digunakan untuk ketaatan kepada-Nya.” (HR. Ibnu Majah, dalam Sunan-nya).

Dalam Syarah Sunan Ibnu Mājah oleh al-Sindi disebutkan bahwa sabda Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam “yaghrisu” seperti yadlribu (membuat), atau aghrasa (menanam), dikatakan gharasa al-syajara dan aghrasahu (menanam pohon), jika tanaman itu sudah tumbuh di tanah. Maksudnya, akan ada di tengah-tengah pemeluk agama ini seorang pembaharu (mujaddid) agama yang akan mengarahkan para pemeluk agama pada ketaatan terhadap Allah SWT. Pembaharu (mujaddid) ini akan ada pada setiap seratus tahun. Mengingat ini bersifat umum, maka mencakup semua orang yang menyeru masyarakat untuk menegakkan agama Allah, menaati-Nya, dan Sunnah Nabi-Nya, semoga berkah dan rahmat atas beliau, keluarganya dan para sahabatnya.

Sementara sabda Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam ghars[an] artinya adalah maghrūs[an] (yang ditanam).

Hadits ini menunjukkan pada manfaat yang besar, dan masalah yang sangat menarik perhatian, yaitu pahala yang besar bagi siapa saja yang berjuang dan berdakwah untuk menerapkan hukum Allah dan mendirikan negara yang akan berhukum dengan hukum-Nya. Sehingga hukum Allah dan Sunnah Rasul-Nya shallallāhu ‘alaihi wasallam akan tumbuh hidup, kemudian mematikan keberadaan para penguasa di dunia Islam yang menjadi ekor dan antek kaum kafir. Ya Allah, jadikan kami di antara orang yang digunakan untuk mengarahkan masyarakat pada ketaatan terhadap-Mu, dan jadikan kami di antara orang yang berjuang untuk menegakkan negara yang hak, yaitu negara Khilafah. Allāhumma āmīn āmīn. []

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 25/8/2015.

from Hizbut Tahrir Indonesia http://ift.tt/1KOOtrx
via IFTTT

Posted on August 27, 2015, in Hizbut Tahrir Indonesia and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: