Jatuhnya Tadmur, Ramadi dan Perlintasan Batas Memaksakan ISIS Sebagai Organisasi Pemain Utama

Oleh: ‘Alaa al-Haarith, Baghdad

Surat Kabar ar-Rayah edisi 28.

Sumber: http://ift.tt/1Sq1aiC

tadmur direbut isisSejak lebih dari dua minggu lalu, Ramadi pun jatuh setelah pertempuran sengit selama beberapa bulan dan yang makin sengit pada dua minggu terakhir sebelum jatuh. Beberapa hari sebelumnya Tadmur di Suria dan setelahnya kota Sirte di Libya juga jatuh. Tampak bahwa jatuhnya kota-kota akan terus berlanjut di lebih dari satu negeri ke tangan Tanzhim Daulah. Semua itu terjadi di bawah keberadaan sejumlah besar pesawat tempur Amerika yang lalu lalang di langit Irak setiap hari dan pesawat-pesawat tempur Suriah yang mengontrol wilayah udara di Suriah.

Pesawat-pesawat tempur yang membombardir kota-kota itu tidak bergerak dan tetap diam saja, tidak menggempur pilar-pilar Tanzhim Daulah yang bergerak menundukkan kota-kota itu. Seperti yang dikatakan oleh Qasim Sulaiman komandan brigade Faliq al-Quds Iran: “Amerika tidak melakukan sesuatu pun untuk menghentikan gerak maju orang-orang radikal di Ramadi.” Ia juga memperingatkan akan menyerahnya Dir ez-Zur Suria kepada Tanzhim.

Di sisi Amerika, menteri pertahanan AS Ashton Carter mengatakan: “apa yang terjadi seperti yang tampak bahwa pasukan Irak menampakkan ketidakmauan untuk berperang.” John McCain mengatakan bahwa di dalam pemerintahan Amerika ada yang meragukan adanya strategi Amerika untuk menangani Tanzhim Daulah.

Presiden Amerika dalam perannya, ia menuntut di dalam pertemuan NATO: untuk menambah dukungan kepada Irak dalam perang melawan Tanzhim Daulah yang terus meluas di Irak. Biden mengomentari hal itu dengan ucapannya: “Amerika berjanji mempercepat langkah-langkah dan mempersenjatai pasukan Irak.”

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest dalam pernyataannya memberi komentar atas pernyataan Obama dan Biden: bahwa yang dimaksud adalah aksi pelatihan … tidak mungkin dilakukan pada beberapa minggu!!

Pernyataan-pernyataan pemerintah Amerika itu menjelaskan dengan jelas bahwa Amerika tidak menaruh perhatian dengan makin meluasnya Tanzhim Daulah baik di Irak atau di Suria atau ke depan di Libya dan Sinai. Sebabnya adalah seperti yang disebutkan oleh pejabat Amerika: “agar bisa memaksakan Tanzhim Daulah sebagai pemain utama dalam menyelesaikan masalah ke depan. Hal itu dengan jalan menampakkan Tanzhim Daulah sebagai kekuatan yang punya kekuatan mendominasi wilayah-wilayah yang luas di Irak, disertai kemungkinan meluas ke wilayah-wilayah Syiah dan ibukota Baghdad tanpa benar-benar masuk ke dalamnya.

Perkara yang sama juga berlaku atas Suria. Dan ke depan mungkin juga Libya yang tanda-tandanya sudah tampak dengan didudukinya Sirte dan terus maju ke arah sumur-sumur minyak.

Gerak maju Tanzhim Daulah dalam bentuk demikian telah menciptakan ketakutan hingga pada diri Inggris. Surat kabar Sunday Times menyebutkan: “kedutaan Inggris siap mengevakuasi para pegawainya dan memusnahkan dokumen-dokumen rahasia akibat kekhawatiran yang ditimbulkan oleh Tanzhim Daulah. Disamping itu, para pejabat Inggris di Irak mengatakan: “keberadaan pasukan Irak untuk melawan Tanzhim gagal total.”

Dan dalam justifikasi paling akhir bagi kegagalan pasukan Irak, salah seorang analis mengatakan: “Nuri al-Maliki memindahkan sejumlah personel militer ahli, yang akibatnya melemahkan kemampuan pasukan Irak dalam hal manajemen dan perencanaan. Sementara Tanzhim Daulah bisa mengambil manfaat dan memiliki teknik-teknik yang lebih baik dari pasukan Irak.”

Ketidakseriusan pasukan Irak dan Suria dalam memerangi Tanzhim dan aksi tutup mata dari pesawat-pesawat tempur Amerika dari pergerakan Tanzhim mengakibatkan dominasi Tanzhim Daulah terhadap Mosul setahun lalu, Ramadi, Tadmur dan perlintasan batas antara Irak dan Suria. Hal itu bertujuan untuk menampakkan Tanzhim Daulah punya kemampuan meluaskan kontrol terhadap berbagai wilayah dan kota-kota lain. Hal itu untuk menjadikan Tanzhim Daulah sebagai pemain utama dalam solusi apapun mendatang baik di Irak, atau di Suria, dan barang kali juga di Libya.

Para agen penguasa negeri-negeri kaum Muslim menyebabka terpecah belahnya negeri dan jatuh di bawah kontrol organisasi-organisasi bersenjata atau milisi-milisi dengan tujuan melemahkannya dan memungkinkan negara-negara penjajah mengontrolnya dan mencengkeram sumber-sumber daya dan kekayaannya serta memaksakan orang yang mereka inginkan diantara para agen dan mengganti mereka sesuai perkembangan.

Semua itu untuk melanggengkan kaum Muslim di bawah kontrol kafir penjajah. Sebab kafir penjajah mendapati umat terus hidup dan rindu kembali kepada agamanya dan melanjutkan kehidupan di atas asas Islam. Umat pun mulai memahami bahwa metode hal itu tidak akan terjadi kecuali dengan tegaknya al-Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah yang tanda-tandanya mulai menyeruak. Kejadian-kejadian Suria yang terus menyulitkan Amerika tidak lain karena kaum Muslim di sana hanya menginginkan al-Khilafah, dan bukan koalisi Amerika yang menjadi antek dan tokoh-tokoh upahan lainnya.

Adapun di Irak, maka tanda-tanda pemecah-belahan tampak nyata melalui dimungkinkannya Tanzhim menduduki daerah-daerah yang disebut daerah-daerah Sunni. Hal itu untuk menegakkan provinsi Sunni seperti provinsi Kurdi di utara.

Upaya kafir penjajah untuk memecah belah negeri kaum Muslim telah tiba waktunya dihentikan. Hal itu dengan tampilnya al-Khilafah ar-Rasyidah kedua ‘ala minhaj an-nubuwwah, yang akan membalik neraca dan mengembalikan untuk kaum Muslim kemuliaan dan posisi mereka di dunia dengan menerapkan hukum-hukum Islam di dalam Daulah al-Khilafah dan mengemban Islam sebagai kepemimpinan intelektual ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad sehingga kebaikan meliputi seluruh penjuru bumi. Dan Allah Maha Perkasa atas hal demikian.

﴿وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ﴾ [الأنفال: 30]

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (TQS al-Anfal [8]: 30)

 

Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

from Hizbut Tahrir Indonesia http://ift.tt/1BklUUL
via IFTTT

Posted on June 18, 2015, in Hizbut Tahrir Indonesia and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: