Bertemankan Iblis

gambar-manusia-partner-iblisIblis, siapa yang tak kenal ia makhluk pertama yang membangkang pada perintah Allah swt., makhluk angkuh yang dipenuhi kesombongan .

Ia membangkang dari perintah Tuhannya untuk sujud pada Adam as. sebagai tanda penghormatan .

Iblis enggan sujud pada Adam as. karena ia merasa lebih baik dari Adam as. yang diciptakan dari tanah, sedang ia tercipta dari api .

Ia tak sadar akan kapasitasnya sebagai makhluk yang diciptakan oleh pencipta makhlluk, ia tak sadari bila ia tak bisa menciptakan dirinya sendiri, ia telah tenggelam dalam kesombongan yang menyebabkannya dilaknat oleh Dzat Yang Maha Agung ..

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لأَدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الكَافِرِينَ

Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk orang-orang kafir.” (QS. al Baqarah : 34)

Sungguh mereka yang membangkang pada perintah Allah swt. secara tidak sadar telah memiliki sifat iblis yang takabur, ia sombong dan enggan patuh pada perintah Allah swt.

Tidakkah saat ini kita melihat, mereka yang berteman dengan iblis telah mangkir dari perintah Tuhannya …

Mereka diperintahkan untuk menjauhi zina, mereka mendekatinya ..

Mereka diperintahkan untuk menutup aurat, mereka mengumbarnya ..

Mereka diperintahkan untuk tidak memakan riba, mereka memakannya ..

Mereka diperintahkan untuk menerapkan hukum Allah swt., mereka enggan karena kesombongannya ..

Mereka membuat hukum dengan kehendak hawa nafsunya, mereka tak sadar telah berteman dan memiliki sifat iblis yang membangkan saat diperintah Allah swt. untuk sujud pada Adam as.

Seolah mereka mengatakan kepada Dzat Yang Maha Pengatur,

“Saya ini lebih tinggi dari Tuhan, hukum buatan kami lebih baik dari aturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan, kami lebih berhak, karena kamilah yang lebih tau apa yang kami butuhkan dalam kehidupan ini.”

Sadarkah? Saat menolak hukum-hukum Allah swt., enggan diterapkan kita telah sama dengan iblis yang terlaknat .

Telah sombong pada satu-satunya Dzat Yang berhak sombong. Rasulullah saw. bersabda,”Allah swt. berfirman: Kemuliaan adalah sarung-Ku, dan kesombongan adalah selendang-Ku, maka siapa yang merebutnya dari-Ku niscaya Aku akan menadzabnya.” (HR. Muslim)

Bahkan dalam hadits yang lain,“Tidak akan masuk surga seorang yang dalam hatinya ada sebiji dzarrah dari kesombongan.” (HR. Muslim)

Saat menolak menerapkan hukum-hukum Allah swt., enggan dengannya . Tak sadarkah dengan firman Allah swt.

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisa : 60) 

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An Nisa : 65)

“Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir.”QS.Al Maidah: 44)

“Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang zalim.”QS. Al Maidah: 45)

“Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang fasik.”QS. Al Maidah: 47)

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab : 36)

“Dan mereka juga memilah-milah hukum Allah swt. untuk diterapkan, padahal Allah swt. memerintahkannya secara keseluruhan … “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208) 

“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Al Baqarah: 85)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (QS. An Nisa: 150-151)

Apakah itu semua belum cukup untuk menutup kesobongan yang ada di hati untuk taat pada perintah Allah? Dan siapakah yang ingin dirinya memiliki sifat yang dilekatkan pada iblis?

“Sungguh takkan ada yang ingin seperti itu, enggan seperti iblis, sombong, kecuali iblis itu sendiri.”
Sifat-sifatnya, kesombongannya bila melekat pada manusia maka ia bagaikan berteman dengan iblis, atau mungkin ia adalah iblis itu sendiri yang sombong, yang enggan, yang telah mengambil selendang kesombongan yang hanya dimiliki Allah, Dzat Yang Maha Tinggi.

Mungkin hanya hati yang bersih, tanpa keangkuhan yang merupakan cikal bakal kesombongan, yang dapat memerima, dan taat pada perintah dan larangan Allah swt. Rabb Semesta alam, satu-satunya Dzat Yang berhak disembah, Dzat Yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya…

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab,“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.”Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain(HR. Muslim no. 91)

Wallahu’alam.[]

wnx

About Wahyu Nugroho

"Sesungguhnya tiada batasan untuk mencapai impian kecuali hukum syara'. Dan sungguh tiada penghalang untuk menggapai cita-cita kecuali kematian." (Shalahuddin Fatih)

Posted on December 24, 2014, in renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: