Monthly Archives: February 2011

Ahmadiyah: Tazdkiroh Bukan Kitab Suci


 

Jakarta – Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mempercayai bila semasa hidupnya, Mirza Ghulam Ahmad pernah menerima wahyu suci dari Allah SWT. Wahyu tersebut kemudian dibukukan oleh Mirza yang kemudian hari disebut sebagai Tazdkiroh.

“Tazdkiroh adalah wahyu suci yang diterima Mirza Ghulam Ahmad. Yang kemudian dituliskannya, tapi Tazdkiroh bukan kitab suci,” ujar anggota JAI, Syamsir Ali, saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi VIII dengan JAI di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Bahkan menurut Syamsir ulama-ulama lain seperti Imam Syafii,  Imam Hambali, para Khulafaur Rasyidin juga mendapatkan wahyu suci.

“Soal yang menerima wahyu, bukan beliau saja, ada imam Syafii juga, Usman dan Umar dan ulama lainnya. Dan wahyu itu datangnya dari Allah SWT,” tambahnya.

Pendapat tersebut langsung disanggah oleh anggota Komisi VIII, Zainut Tauhid Sa’adi. Zainut keberatan dengan pernyataan Syamsir yang menyatakan para ulama termasuk Mirza telah menerima wahyu suci.

“Jangan anda bawa pemikiran-pemikiran anda ke dalam pemikiran kami. Bagi kami wahyu suci itu hanya di terakhir hanya diterima Nabi Muhammad,” terang Zainut.

Mendengar bantahan tersebut, Syamsir segera membela diri. Meski menyakini Tadzkiroh adalah wahyu, namun Ahmadiyah menyebut bila buku harian Mirza tersebut bukan kitab suci.

sumber : detik.com

Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama


Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama

Syafii Antonio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW.  “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” kata pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio.

Menurutnya, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. “Beliau membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manajer, dan kemudian menjadi investor,” ujarnya.

Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, katanya, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses.

Sebagai pengusaha dan pemimpin, Rasulullah mempunyai sumber income yang sangat banyak. Namun Rasul  sangat ringan tangan memberi bantuan. “Beliau sangat tidak sabar melihat ada umat yang menderita dan tidak ridha melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya,” kata Syafii.

Itu sebabnya, kata Syafii, Rasulullah selalu berinfak dengan kecepatan yang luar biasa, yang digambarkan para sahabatnya sebagai “seperti hembusan angin”. “Ia menyedekahkan begitu banyak hartanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya,” ujarnya.

Kepemimpinan dan manajemen ala Rasulullah ini akan dibedahnya dalam Eksiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager yang akan diluncurkan besok. Dalam buku itu, Syafii  merangkai dan menuangkan ketauladanan nabi Muhammad SAW dalam satu set ensiklopedia yang terdiri dari delapan buku.

Menurut Doktor Banking Micro Finance dari University of Melbourne itu, dalam diri Rasulullah banyak hikmah yang bisa dipetik mengangkut soal manajemen dan kepemimpinan. Sayangnya, sangat terbatas literatur yang menggali dimensi leadership dan manajemen dengan kaca mata analisa tematis dan modern. “Dalam arti dipandang dari sudut ilmu manajemen modern dan suasana modern,” kata pimpinan Tazkia Group itu.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/01/28/161314-bisnis-ala-rasulullah-saw-uang-bukan-modal-utama

Ups.. Ada Jejak Syariah di Bank Yahudi


Ups.. Ada Jejak Syariah di Bank Yahudi

Devon Bank

REPUBLIKA.CO.ID, sebuah bank komunitas yahudi mengejutkan masyarakat Amerika Serikat. Devon Bank, begitu nama bank tersebut, secara gamblang menyediakan produk perbankan bernasis syariah. Sesuatu yang tak lazim di negara tersebut.

Menurut David Loudly, Kepala Pembiayaan Berbasis Agama Devon Bank, bukanlah hal yang mudah untuk memutuskan langkah ini. Bahkan, ketika sejumlah imigran Arab datang untuk meminta bantuan keuangan untuk usaha tanpa riba, bank ini sempat menolak mentah-mentah.

”Kami katakan tidak,” katanya seperti dikutip dalam Business Week pada akhir Januari lalu.

Namun, menurutnya, dunia global terus berubah. Meski permintaan para imigran tersebut telah diakomodir sejumlah bang Islam seperti Bank Syariah Kuwait (UBK), permintaan terus muncul terus menerus. Hal tersebut membuat bank yang sudah berdiri 65 tahun ini akhirnya luluh. Tepat di tahun 2003, bank ini meluncurkan produk pembiayaan dengan asas syariah.

”Kami menganggap ini menjadi kebutuhan masyarakat. Mereka minta tolong dan kami wajib membantu,” ujarnya. ”Ini misi untuk melayani masyarakat,”.

Ia mengaku, banyak tantangan yang Devon Bank hadapi ketika unit syariah bank ini berdiri. Dari internal, di masa awal, setiap harinya Devon Bank harus mengucurkan dana 1 juta dollar untuk likuiditas tiap harinya.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/bisnis-syariah/berita/11/02/03/162144-ups-ada-jejak-syariah-di-bank-yahudi

Israel Ternyata Pasok Senjata ke Mesir Untuk Lawan Demonstran


Laporan mengatakan Israel telah mengirimkan senjata ke rezim Mesir untuk mengekang unjuk rasa besar-besaran menentang 30 tahun kekuasaan Presiden Hosni Mubarak.

Jaringan Internasional untuk Hak dan Pembangunan mengatakan bahwa tiga pesawat Israel mendarat di Bandar Udara Internasional Kairo Mina pada hari Sabtu lalu, membawa peralatan untuk digunakan dalam penyebaran pasukanyang digunakan untuk menekan demosntran, seorang koresponden Press TV melaporkan.

Menurut laporan itu, pasukan keamanan Mesir menerima kargo pada tiga pesawat Israel, yang diduga kemungkinan besar akan digunakan untuk membubarkan massa demonstran.

Rakyat Mesir telah turun ke jalan-jalan di seluruh negeri selama delapan hari berjalan, menuntut Mubarak untuk turun.

Pemberontakan rakyat telah mendorong Mubarak untuk menunjuk wakil presiden untuk pertama kali nya dan perdana menteri baru dalam sebuah upaya putus asa untuk mempertahankan kekuasaannya.

Sementara itu, Israel telah memungkinkan Mesir untuk menyebarkan pasukannya ke Semenanjung Sinai meski adanya perjanjian bilateral, di mana Mesir hanya diperbolehkan menyebarkan pasukan polisi di wilayah tersebut.

Tel Aviv mengatakan langkah itu untuk membantu Kairo mencegah sebuah revolusi di Mesir, di mana rakyat Mesir telah memprotes rezim Mubarak selama delapan hari berturut-turut meskipun peringatan dan pencegahan serta adanya penyebaran tentara.

Sebuah laporan oleh PBB mengatakan setidaknya 300 orang sejauh ini telah tewas dan ribuan lainnya luka-luka selama unjuk rasa.(fq/prtv)

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-pasok-senjata-ke-mesir-untuk-lawan-demonstran.htm

Mau Jadi Diktator? Ini Resep-resepnya


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Politik di Timur Tengah terus bergejolak pascarevolusi melati di Tunisia yang berhasil menggulingkan Presiden Ben Ali. Kini demonstrasi serupa, menuntut presiden mundur, juga dialami Mesir, Yaman, dan sejumlah negara lainnya.

Umumnya, rakyat murka pada pemimpin mereka yang sudah terlalu lama duduk di kursi penguasa, dan meninggalkan rakyat di bawahnya makin jelata. Kapan para diktator ini menyadari kalau mereka harus hengkang?

Menurut Radio Nederland Worldwide, rata-rata, kondisi politik di negara-negara itu adalah: oposisi dibungkam, dipenjara atau “dibereskan” dengan cara lain. Adanya pengkultusan individu yang nampak dari spanduk, poster, patung dengan wajah tersenyum kepada rakyat.

Mengapa diktator satu berhasil mempertahankan kedudukan dan yang lainnya tidak? Ada beberapa faktor. Salah satu pendukung terpenting diktator adalah tentara. Seorang pemimpin yang tak berhasil mengontrol militer akan kehilangan kekuasaannya.

Diktator Tunisia Ben Ali memerintahkan tentara menembakki pengunjuk rasa. Namun para pemimpin militer menolaknya. Seringkali diktator sendiri berasal dari kalangan tentara yang memperbesar legitimasinya dalam dunia militer.

Kolonel Khadafi, pemimpin Libya misalnya, berkuasa sejak 1970 dengan bantuan tentara. Hal yang sama terjadi pada Generalismo Francisco Franco, yang sejak 1939 sampai kematiannya pada 1979 memimpin Spanyol. Ia juga berlatar belakang militer. Dan jangan dilupakan, Fidel Castro. Dengan kaum revolusioner lainnya, El Comandante ini berhasil menggulingkan kekuasaan diktator terdahulunya – Fulgencio Batista – pada 1959.

Jika seorang diktator tidak digulingkan oleh pasukannya sendiri, masih ada serbuan tentara. Keinginan menaklukkan sang diktator, kericuhan di perbatasan, dan kaum oposisi terbuang yang memberontak.

Ada banyak alasan mengapa tentara menyerbu sebuah negara. Diktator Uganda Idi Amin, awalnya menyerbu Tanzania, namun di tahun 1979 digulingkan tentara negara itu dengan bantuan pasukan gerilya Uganda. Vietnam menyerbu diktator Pol Pot tahun 1978 dan berhasil mengusir Khmer Merah.

Menyumpal suara rakyat paling mudah dilakukan lewat makanan dan minuman. Para diktator tahu betul cara ini. Mereka menyediakan makanan dan permainan untuk membuat rakyat tetap tenang. ‘Kesejahteraan‘ adalah faktor penting bagi seorang diktator untuk tetap berkuasa. Para pemimpin politik di negara-negara Teluk juga tahu, rakyat puas karena kesejahteraan terjamin.

Di Mesir dan Tunisia, kenaikan harga BBM dan bahan pangan memancing protes massal selama beberapa hari terakhir. Pemberontakan rakyat saja seringkali tidak cukup. Ini masih bisa dihalau, seperti protes mahasiswa Cina di Lapangan Tiananmen tahun 1989.

Faktor ketiga adalah ‘legitimasi’ negara lain. Seorang diktator, bagaimana pun juga, dipandang tidak sah di mata demokrasi. Namun, para pemimpin negara demokrasi ternyata tidak punya masalah untuk berbisnis dengan para diktator.

Bagi Amerika, Husni Mubarak adalah pemimpin sah Mesir selama berpuluh-puluh tahun. Amerika membantu mengucurkan jutaan dolar untuk menjamin para diktator Mesir dan Tunisia tersebut tetap berkuasa.

Yang keempat adalah ‘penerus tahta’. Presiden Suriah Hafiz al-Assad digantikan oleh putranya Bashr al-Assad. Di Korea Utara Kim Jong-un siap menggantikan posisi ayahnya Kim Jong-il. Jong-il juga tadinya menggantikan ayahnya, Kim Il-sung.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/03/162191-mau-jadi-diktator-ini-resepresepnya

%d bloggers like this: