Palestina di Bawah Pendudukan Baru Otoritas Palestina

Oleh  Baader Manal

Tanggal 31 Desember 2010: Setelah shalat Jumat di seluruh wilayah Tepi Barat, para anggota Hizbut Tahrir menyampaikan pidato yang berani yang membuat kemarahan Otorita Palestina dan mengakibatkan lebih dari seratus orang ditahan dan terjadi banyak sekali serangan verbal dan fisik terhadap para anggota HT baik terhadap perempuan maupun anak-anak, paling terlihat jelas di kota Bidya dekat Salfeet.
Otoritas Palestina (OP) mengerahkan Tentara Keamanan terhadap orang-orang yang tidak bersalah itu yang banyak di antaranya diserang secara fisik dan ditahan karena kaitan mereka dengan para anggota HT. Mereka menggunakan berbagai taktik menakut-nakuti untuk mencoba dan menangkap anggota HT sebanyak mungkin, sambil mengancam para istri dan anak-anak mereka. Di Bidya, terdapat laporan serangan fisik terhadap kaum perempuan karena mereka berusaha mencegah banyak Pasukan Keamanan memukuli para suami, saudara, dan anak-anak mereka.

Pesannya adalah bagi orang-orang yang menyaksikan dengan kaget dan cemas kejadian itu ketika para petugas keamanan Otoritas Palestina merangsek masuk kedalam rumah-rumah penduduk dan mencari anggota HT, terutama mereka yang memberikan pidato setelah khutbah Jumat. Otoritas diberikan hak untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membawa orang-orang yang vokal yang menentang tindakan mereka, termasuk dengan menggunakan peluru tajam dengan menembakkan ke udara untuk membersihkan jalanan.

Pidato itu bergaung keras ke dalam pikiran dan hati seluruh penduduk Palestina dengan mengingatkan masyarakat luas atas pengkhianatan dan korupsi yang dilakukan oleh rezim penguasa mereka. Otoritas Palestina mengucapkan mantra bahwa Palestina akan dibebaskan dari laut hingga sungai dan tidak akan pernah menyesal atau kehilangan satu inci pun dari Tanah Suci mereka. Sekarang rezim OP sedang melakukan negosiasi dengan orang-orang yang menduduki wilayahnya yang hanya 20% dari tanah mereka. Apa yang terjadi dengan kehoramatan dan perjanjian bagi jutaan warga Palestina? Mereka menjadikan penduduk mereka sebagai korban korupsi khususnya terhadap kaum perempuan dan generasi mendatang, yakni dengan menggunakan uang pajak dan dukungan eksternal untuk melawan Islam dan moral untuk mencapai keuntungan mereka sendiri. Mereka mentaati seruan Amerika dan Yahudi untuk memerangi penduduk mereka sendiri dengan menginjak-injak Mahkamah Agung dan Undang-Undang untuk memadamkan panggilan kebenaran.

Pidato itu juga menunjukkan kasus Muhammad Al-Khateeb, seorang warga sipil, yang secara tidak adil dihukum selama enam bulan di bawah undang-undang darurat militer meskipun tidak didapatkan bersalah atas tuduhan oleh Pengadilan Tinggi Palestina.
Pidato itu mengingatkan mereka bahwa mereka adalah umat yang terbaik — mereka adalah keturunan dari Nabi SAW, para Sahabat (ra), dan para mujahidin yang meninggalkan hidup mereka atas nama Allah SWT. Janganlah takut dari rezim yang ada karena Allah  SWT lah yang memegang hidup dan rizki anda, semuanya dalam genggaman Yang Maha Kuasa. Beranilah bertindak sebagaimana para mujahidin terdahulu dalam menghadapi musuh. Palestina bukanlah untuk Otoritas Palestina yang meninggalkan orang-orang Yahudi karena Tanah Suci adalah milik setiap muslim di dunia.

Hizb mengakhiri pidatonya dengan memperkuat pesan kepada para penduduk bahwa ia tidak akan mengehentikkan seruannya bagi Khilafah yang akan membebaskan semua tanah pendudukan dan menyelamatkan umat Islam yang tertindas di seluruh dunia. Tidak ada sebuah rezim pun yang bisa menghentikan HT untuk menyebarkan pesan-pesannya kepada kaum Muslim di seluruh dunia. Khilafah akan mengembalikan martabat yang hilang dari umat, dan memulihkan kebanggaan dan kemuliaan bagi kaum Muslim.

فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

“Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari itu (kemenangan bangsa Rumawi) bergembiralah orang-orang yang beriman. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.” [Ar-Rum, 30:4-5]

Manal Baader

Baitul Maqdis
1-1-2011

Sumber: www.khilafah.com

Posted on January 5, 2011, in Luar Negeri and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: