Monthly Archives: December 2010

2011, Aset Perbankan Syariah Dekati Rp 120 Triliun


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tren pertumbuhan rata-rata perbankan syariah sebesar 25,53 persen per tahun dalam lima tahun terakhir menjadi asumsi standar untuk pencapaian aset di 2011. MC Consulting memperkirakan aset perbankan syariah berada di angka Rp 117 triliun pada 2011.

Direktur Utama MC Consulting, Wahyu Dwi Agung, mengatakan pertumbuhan aset pada tahun depan tetap terdorong dengan kondisi perekonomian yang membaik dan industri perbankan syariah yang belum memiliki tingkat relevansi tinggi dengan industri keuangan global. “Pertumbuhan juga didorong oleh aktivitas pembiayaan dan DPK serta jasa perbankan syariah yang masih didominasi oleh aktivitas perekonomian lokal atau domestik dan mulai masuknya perbankan syariah ke sektor selain perdagangan,” kata Wahyu saat pemaparan kajian Outlook Perbankan Syariah 2011 di Hotel Sofyan, Kamis (16/12).

Ia menambahkan jika bank syariah menetapkan target cukup besar, maka pembiayaan korporasi tetap tak akan bisa ditinggalkan. Wahyu mengakui selama ini perbankan syariah lekat dengan UKM, tetapi untuk mengejar volume target pembiayaan korporasi tetap harus dikejar.

“UKM penting sebagai diversifikasi yang memberikan yield agak lebar, tapi untuk perbesar volume tetap harus kejar korporasi. Salah satu strategi yang dimasuki bank syariah untuk menjadi besar di 2011 mereka akan main di komersial, retail banking dan konsumsi seperti KPR baru UKM,” kata Wahyu.

Wahyu memaparkan sektor industri manufaktur, perkebunan besar, maupun yang terkait infrastruktur harus tetap dimasuki oleh perbankan syariah supaya bisa berkompetisi dengan perbankan konvensional. Sementara, di sektor konsumsi pada tahun depan seperti pembiayaan pemilikan rumah dan kendaraan bermotor juga masih akan menjadi primadona.

Advertisements

MUI Sumut Desak Aparat Sikat Judi


Judi toto gelap (togel), samkwan, KIM, serta jackpot ditengarai mulai merajalela di daerah Sumatera Utara (Sumut)

Hidayatullah.com–Maraknya aksi perjudian di Sumatera Utara,  membuat gerah Majelas Ulama Indonesia(MUI). MUI lalu meminta Kepolisian Daerah (Polda) Sumut untuk bertindak tegas dengan menyikat habis segala bentuk penjudian yang telah meresahkan masyarakat.
“Segala bentuk yang namanya judi harus diberantas dan menyeret cukong atau  bandar yang membuka perjudian. Berbagai  jenis judi dewasa ini cukup marak di wilayah Sumut dan harus secepatnya diantisipasi oleh Poldasu,” kata ketua MUI Sumut, Abdullah Syah, Kamis (16/12) siang dikutip Waspasa online.
Sehingga, bentuk permainan yang dilarang pemerintah dan agama itu, tidak sampai diikuti para pelajar, pemuda sebagai generasi muda harapan bangsa. Sebab, katanya, permainan judi dengan jenis toto gelap (togel), samkwan, KIM,  serta jackpot telah mulai merajalela di masyarakat.
Seperti halnya di kawasan Medan, Belawan, Binjai, Labuhan Batu, dan kota-kota lainnya di provinsi  Sumatera Utara yang berpenduduk lebih kurang 12 juta jiwa itu harus menjadi priritas bagi Polda Sumut untuk memberantas penyakit masyarakat yang terlah meresahkan itu.
“Kita tidak ingin akibat judi, mental dan moral generasi muda menjadi kropos dan tidak bisa dibina lagi. Ini harus secepatnya dihindari demi menyelamatkan  anak bangsa yang ada di negeri ini,” kata guru besar Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Sumatera Utara ini.
Kepolisian di jajaran wilayah hukum Sumatera Utara tidak perlu diskriminasi atau tebang pilih terhadap tempat-tempat perjudian. Selain itu, petugas kepolisian juga harus menangkap orang-orang yang mensponsori perkembangan judi. Sehingga, adanya rumah-rumah yang menyediakan permainan yang  melanggar hukum itu harus berantas tuntas.
“Toke atau bandar judi juga perlu ditangkap dan diproses secara hukum. Sehingga bisa membuat efek jera bagi mereka dan tidak mengulangi lagi perbuatan salah tersebut. Kita menginginkan Sumut harus terbebas dari judi. Akibat perjudian sudah banyak orang jatuh bangkrut dan mengalami gangguan jiwa, bercerai, serta menghancurkan rumah tangga,” kata Abdullah. [was/hidayatullah.com]

PBB Cabut Sanksi Terhadap Iraq


Dewan Keamanan telah mengumumkan mencabut pembatasan terhadap Iraq pada kegiatan-kegiatan di bidang energi nuklir

Hidayatullah.com–Dewan Keamanan PBB, pada hari Rabu (15/12), menghentikan sanksi internasional yang dikenakan terhadap Iraq ketika rezim Saddam Hussein, terutama mengenai larangan pasokan senjata dan peralatan militer. Demikian dilansir Al-Jazeera.net (16/12).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Dewan Keamanan PBB telah memutuskan untuk membatalkan keputusan yang melarang pasokan senjata dan peralatan militer ke Iraq, yang dikeluarkan pada tahun 1990.

Ketika itu, larangan tersebut diterapkan untuk mencegah Iraq agar tidak mengimpor bahan kimia dan teknologi nuklir yang dapat digunakan dalam pembuatan senjata pemusnah massal.

Pada bulan Februari lalu, Dewan Keamanan telah mengumumkan akan mencabut pembatasan terhadap Iraq pada kegiatan-kegiatan di bidang energi nuklir, setelah Baghdad meratifikasi sejumlah konvensi internasional, termasuk dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Keputusan pencabutan pembatasan terhadap Iraq ini dikeluarkan pada hari Rabu, meskipun parlemen Iraq belum meratifikasi protokol IAEA. Keputusan Dewan Keamanan itu telah mendesak Irak untuk meratifikasi protokol tersebut sesegera mungkin, dan menyerukan agar meninjau kemajuan dalam 12 bulan terakhir.  [sdz/jzr/hidayatullah.com]

Hina Turki, Anggota Knesset Ngaku Menyesal Hanya Bunuh 9 Orang


Bernada menghina Turki, Zionis-Israel meminta maaf  hanya membunuh sembilan orang penumpang Kapal Mavi Marmara menuju Gaza

Hidayatullah.com—Di tengah hubungan Turki dan Israel yang masih membara akibat kasus pembantaian relawan Turki oleh tentara Zionis, tiba-tiba seorang anggota Knesset (DPR) Israel mengirimkan surat sarkastis kepada Turki.

Sebagaimana Jerusalem Post, hari Rabu kemarin (15/12), Danny Danon, seorang anggota DPR dari Partai Likud, dikabarkan telah mengirimkan surat bernada “menghina” pada Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Dalam suratnya yang dibacakan hari Selasa di Knesset, Danny Danon mengatakan, meminta maaf jika tentara Zionis-Israel yang hanya membunuh sembilan orang penumpang Kapal Mavi Marmara menuju Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan, yang ia sebut sebagai “teroris”.

“Saya ingin meminta maaf kepada Anda atas nama segenap negara Israel atas kenyataan bahwa negara Israel tidak mengambil tindakan yang memadai untuk memeriksa kapal teroris Marmara sebelum meninggalkan Turki. Yang mungkin akan mencegah kapal dari dipersenjatai dengan senapan dan senjata-senjata lain, dan dari mengangkut para aktivis teroris yang berada dibawah perlindungan pemerintah Turki.” Demikian Danon memulai surat hinaan yang ditujukan kepada Erdogan.

“Karena hubungan kita yang sangat baik, dan penghormatan Anda yang sangat besar kepada negara Israel dan Zionis, saya harus meminta maaf karena (pasukan) komando AL yang, ketika mereka tiba di kapal disambut oleh perlawanan teroris bersenjata yang bertujuan membunuh mereka, tidak segera membela diri dengan menembak, dan malah bersikap menahan diri terhadap para ‘aktivis perdamaian
pura-pura’ yang berusaha membunuh mereka,” kata Danon.

Meminta maaf karena komando bertindak hati-hati, memperhatikan keberadaan warga sipil di atas kapal, dan hanya membunuh sembilan teroris. Jika pihak berwenang pemerintah tahu di kapal ada teroris, maka perintah yang diberikan adalah agar membunuh siapa saja yang membahayakan pasukan kami,” lanjut Danon membacakan surat ejekannya.

“Dengan izin Anda, satu lagi maaf diperlukan, untuk keputusan Israel membebaskan para pendukung teror berbahaya yang berada di atas kapal (Mavi Marmara. Red) dan tidak mengadili mereka dengan tuduhan percobaan pembunuhan, dan malah membayar tiket pulang mereka.”

“Dan akhirnya, terimalah permintaan maaf sepenuh hati kami, karena tidak meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencela Turki, dan menuntut penyelidikan terhadap hubungan antara organisasi teroris IHH dengan partai Anda dan Anda, Mr. Erdogan,“ pungkas Danny Dannon.

Sebelumnya, hari Selasa, Israel mengatakan tidak bermaksud untuk meminta maaf kepada pemerintah Turki atas peristiwa sadis pembantaian tentaranya tanggal 31 Mei yang mengakibatkan sembilan penumpang asal Turki meninggal. Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon selama pidato di Knesset. Ucapan Ayalon ini membantah pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri yang mengatakan jika Perdana Menteri Benyamin Netanyahu berusaha memperbaiki hubungan dengan Ankara setelah Turki memberi pertolongan dan ikut ambil bagian membantu memadamkan kebakaran di hutan Karmel, Israel.

Pernyataan anggota Knesset yang teramat congkak ini boleh jadi akan semakin memperuncing hubungan kedua negara.[di/cha/jp/inn/hidayatullah.com]

sumber : http://hidayatullah.com/berita/internasional/14683-hina-turki-anggota-kneset-ngaku-menyesal-hanya-bunuh-9-orang


 

 

 

 

 

 

 

Hidayatullah.com–Ketelanjangan menjadi isu nasional di Singapura, setelah polisi menerima sejumlah laporan mengenai pria yang suka lari telanjang di jalan raya.

Dalam laporan yang diturunkan The Straits Times, Kamis (16/12), polisi menerima 105 laporan tersebut dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Dalam insiden terakhir ini melibatkan seorang pria yang berjalan menuju ke resto McDonalds di Queensway dan mencoba memesan sarapan pada pukul empat dini hari. Polisi mengatakan si pelaku kebanyakan eksibionis atau pencari perhatian.

Beberapa orang di antara mereka ingin mendapatkan perhatian, sementara yang lainnya suka melihat wajah kaget orang lain.

Namun, tindakan ini membuat banyak warga Singapura merasa dipermalukan. Tetapi, jumlah orang yang suka telanjang di jalanan ini berisiko terkena denda atau di penjara. [TN/hidayatullah.com]

sumber : http://hidayatullah.com/berita/internasional/14685-payah-pria-singapura-doyan-telanjang-di-depan-umum

%d bloggers like this: