Bualan Kebebasan: Karyawati Muslimah Dipecat Gara-gara Berpegang Teguh untuk Berjilbab!

Syabab.Com – Omong kosong ide kebebasan itu, ternyata tak ada kebebasan bagi kaum Muslim yang hendak menaati perintah Tuhannya. Yang ada hanyalah, penghinaan dan pelecehan. Demikianlah seperti dialami oleh seorang karyawati Muslimah asal Maroko yang tetap berpegang teguh untuk mengenakan jilbab.

Menurut sumber media, kompleks hiburan terkenal, Disneyland California Selatan mengusir seorang karyawati Muslimah, bernama Iman Boodlal karena menolak untuk melepas jilbabnya saat bekerja di salah satu restoran kompleks tersebut.

Boodlal menyampaikan keluhan kepada Komisi Kesempatan Kerja yang berisi tuduhan bahwa manajemen tempat kerjanya tidak membolehkan dirinya memakai jilbab pada saat bekerja. Bahkan sudah tiga kali ia dipulangkan ke rumahnya tanpa mendapatkan hak-haknya.

Sumber serikat pekerja mengatakan bahwa Boodlal-yang melepas jilbabnya sebelum pergi bekerja-memutuskan untuk melawan aturan ini, setelah ia melewati tes untuk mendapatkan kewarganegaraan AS, yang didapatinya pada bulan Juni lalu.

Sumber itu menambahkan bahwa karyawati Muslimah ini mengungkapkan pada saat mempersiapkan tes kewarganegaraan bahwa konstitusi AS menjamin kebebasan berkeyakinan. Inilah yang membuatnya memutuskan untuk terus memakai jilbab pada saat bekerja.

Namun juru bicara Disneyland mengatakan bahwa kompleks telah menawarkan kepada Boodlal sebuah “solusi yang rasional”, yakni ia boleh tetap memakai jilbab dengan syarat ia bekerja di bagian belakang sehingga para pelanggan restoran tidak melihatnya. Dikatakan bahwa bagi semua karyawan komleks harus memakai seragam.

Karyawati Muslimah itu menolak tawaran yang dinilainya sebagai sebuah bentuk “penghinaan” ini. Ia menambahkan bahwa manajemen Disneyland mengusulkan itu adalah “karena ia berkebangsaan Arab dan Muslim, sehingga mereka tidak ingin melihatnya.”

Demikianlah, kepalsuan liberalisme yang telah menjajah kaum Muslim. Sebenarnya kasus serupa juga seringkali menimpa Muslimah di negeri ini. Bahkan hal itu menimpa sebagian generasi muda Muslimah. Atas nama olahraga, hiburan, dan kesenangan, sebagian generasi puteri dipaksa menanggalkan jilbabnya.

Jika sebagian generasi Muslimah tersebut bersikap seperti Boodlal yang tetap memilih untuk tidak meninggalkan jilbabnya mungkin tidak terlalu masalah, namun seringkali sebagian mereka memilih melepaskannya, karena kepentingan tertentu. Kebebasan hanya bualan, malah yang ada pemaksaan sebagian generasi Muslimah untuk tidak menaati perintah Allah Swt sehingga menjadi terhina.

Kaum Muslim hanya membutuhkan satu kesatuan politik, yakni Khilafah Rasyidah yang akan menjaga aqidah umat dari cengkraman liberalisme. Dengan syariah yang diterapkan Khilafah, kaum Muslimah akan kembali mulia. Insya Allah, tidak akan lama lagi. [m/aljzera/htipress/syabab.com]

Posted on August 24, 2010, in Luar Negeri, Pengetahuan, politik and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Ko kitu sh..teu adil.jahat😦

    • ukh anggrek, emang begitu kok kalau kita hidup ditatanan yang bukan tatanan Islam…
      semuanya g boleh…
      padahal ada kebebasan, kebebasan palsu, kemerdekaan pun, kemerdekaan palsu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: