Tolak Liberalisasi di Balik Gerakan Lesbian Gay Biseksual Transeksual (LBGT)!

Syabab.Com – Sekularisme dan liberalisme telah menampakkan kerusakkannya pada negeri berpenduduk mayoratas Muslim terbesar di dunia ini. Sangat mengejutkan, gerakan lesbian gay biseksual transeksual (LBGT) akan mengadakan pertemuan Konferensi se-Asia ke-4 Asosiasi Kaum Gay, Lesbian, Biseksual, Trangender & Intersex (4th ILGA-Asia Regional Conference), di Surabaya. Tentu saja, kaum Muslim tidak tinggal diam atas rencana pertemuan mungkar tersebut.

Berbagai komponen ormas Islam, termasuk MUI menolak penyelenggaraan tersebut. Pihak kepolisian pun tidak memberikan izin atas terselenggaranya konferensi ILGA itu.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Surabaya, melakukan aksi menolak liberalisasi di balik gerakan lesbian gay biseksual transeksial (LGBT) di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Jum’at (26/03).

Sepanjang rute longmarch yang dilalui terkibar Al-liwa’ dan Arrayah, dan Takbir dikumandangkan. Syabab Hizbut Tahrir menyerukan penolakan liberalisasi disertai dengan poster dan banner yang bertuliskan “Tolak Upaya Liberalisasi dibalik LGBT”, “LGBT Haram, Kriminal, Menjijikkan”, “Khilafah penjaga umat penghukum LGBT”.

Menurut Ketua DPD HTI Kota Surabaya Fikri A. Zudiar, aksi ini bukan terkait dengan penolakan konfrensi ILGA (International Lesbian Gay Asociation) oleh kepolisian yang memang telah menjadi tanggung jawabnya, dengan tidak mengijinkan kegiatan yang merusak umat tersebut. Aksi lebih ditekankan untuk menyampaikan dan menyerukan pandangan Islam serta mengingatkan akan bahaya liberalisme kepada masyarakat.

Atas penolakan pihak kepolisian terhadap konferensi ILGA tersebut, HTI merasa bersyukur. HTI juga mengingatkan kepada pemilik kebijakan bahwa aktivitas tersebut hanyalah bagian kecil dari aktivitas mereka, sehingga sebenarnya Hizbut Tahrir bukan hanya menginginkan pembatalan konferensi itu saja tapi pelarangan aktivitas LGBT.

Menurutnya, LGBT ini merupakan aktivitas yang lahir dari liberalisme, dan dipastikan sangat berbahaya bagi umat. Sehingga aktivitas mereka ini wajib diwaspadai karena sebenarnya tak terlepas dari upaya-upaya liberalisasi yang selama ini telah melanda masyarakat kita.

Dengan alasan HAM dan kebebasan, mereka menuntut kesetaraan dan pengakuan. Padahal bagaimana bisa kebebasan akan dilakukan sementara Pencipta kita telah memberikan batasan, mana yang boleh dan mana yang tidak.

Demikianlah fenomena kerusakkan sistem sosial di bawah tatanan sekularisme liberalisme yang sangat berbeda jauh bila sistem Islam diterapkan. Sudah saatnya kaum Muslim mengenyahkan semua ide rusak tersebut dan kembali kepada syariat Islam di bawah naungan Khilafah Rasyidah. [m/htipress/syabab.com]

Posted on March 31, 2010, in Dalam Negeri, Pengetahuan, politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: