Film “Cry of Stone”, Buku Harian Rakyat Palestina yang Penuh Darah

Wajar kalau ternyata Israel sangat murka dan marah dengan serial TV yang di tayangkan di stasiun televisi MBC, karena film yang berjudul “Cry of Stone” tersebut dengan sangat jelas memaparkan realitas kehidupan rakyat Palestina yang sangat menderita dan tersiksa oleh perilaku bengis tentara Israel.

“Cry of Stone” bukan hanya sebuah film yang menampilkan adegan-adegan yang bergerak secara demonstratif, film ini merupakan sebuah karya kelas tinggi yang memaparkan sisi-sisi dan nilai kemanusiaan yang mengingatkan kita akan realitas penderitaan rakyat Palestina sepanjang hari.

Dalam serial TV ini ditampilkan gambar-gambar yang menyedihkan, dan sang sutradara mampu memaparkan karakteristik manusia, serta persepsi yang sesuai dengan realitas yang ada, dan selaras dengan adegan-adegan yang sebenarnya telah gagal ditampilkan oleh semua saluran televisi dan media-media resmi lainnya dari sudut pandang netralitas. Dan “Cry of Stone” telah mampu memaparkan semua hal tersebut secara dramatis menjelaskan apa yang terjadi di Palestina.


“Cry of Stone” adanya film yang sangat realistis menggambarkan penderitaan rakyat Palestina, dan serial TV ini tidak hanya memiliki visi strategis ataupun berorientasi bisnis semata, namun sebenarnya mengingatkan kita secara interaktif atas apa yang terjadi pada rakyat Palestina yang hidup dalam bencana besar (Nakbatul Kubro) sejak tahun 1948.

“Crt of Stone” juga mengirimkan pesan dengan serangkaian adegan-adegan yang memilukan, banyak pesan yang disampaikan termasuk menjelaskan bahwa kematian adalah suatu rutinitas sehari-hari yang menjadi bagian dari kehidupan rakyat Palestina. Banyak adegan dramatis ditampilkan seperti pemandangan seorang wanita Palestina yang terpaksa harus melahirkan di pos pemeriksaan Israel setelah dirinya dilarang menuju ke rumah sakit, dan hal tersebut merupakan pemandangan yang biasa terjadi di Palestina.

Militer Israel memukul seorang laki-laki tua sehingga tewas di depan mata kepala istrinya hanya karena laki-laki tua itu tidak suka cara militer Israel yang sangat arogan menjaga pos pemeriksaan, dan hal ini pun menjadi lumrah dalam realitas kehidupan di Palestina. Adanya adegan yang sangat menyakitkan, dimana tentara Israel menembak seorang anak Palestina yang dengan tersenyum sebelum peluru menembus dadanya.

Serial Televisi “Cry of Stone” telah membuat gempar Israel, yang dipandang oleh banyak pengamat bahwa film tersebut telah menampilkan realitas sesungguhnya Israel dalam berurusan dengan rakyat Palestina, film ini juga sangat akurat dalam menampilkan detail-detail tiap adegan ‘menyedihkan’ yang di alami rakyat Palestina.

“Cry of Stone” menyampaikan pesan ke seluruh dunia, di luar dari persoalan para politisi maupun politik, yang menyatakan bahwa inilah realitas sehari-hari yang dialami warga Palestina bahkan mungkin lebih dasyat dari apa yang digambarkan oleh film ini.

“Cry of Stone” telah menjadi lensa pembesar yang menyorot sebuah buku harian rakyat Palestina yang penuh darah, air mata dan kesedihan.(fq/aby)

Posted on March 24, 2010, in Luar Negeri, Pengetahuan, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: